Breaking News:

Corona di Bali

Anak-anak Nangis Bosan di Rumah, Pengunjung Mulai Datangi Tempat Konservasi Penyu di Serangan

Salah seorang staf konservasi penyu, Wayan Indra mengatakan kebanyakan pengunjung berasal dari Denpasar, Badung, dan Gianyar

TRIBUN BALI/I PUTU SUPARTIKA
Pengunjung melihat konservasi penyu di Tempat Konservasi Penyu Serangan, Denpasar, Bali, Rabu (23/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dengan adanya penerapan new normal di Bali, Tempat Konservasi Penyu di Jalan Tukad Wisata Nomor 4, Serangan, Denpasar, Bali, pun kini sudah dibuka untuk pengunjung.

Tempat ini dibuka mulai 9 Juli 2020 lalu.

Walaupun sudah dibuka, namun kunjungan belum begitu ramai dan masih didominasi oleh wisatawan lokal.

Salah seorang staf konservasi penyu, Wayan Indra mengatakan kebanyakan pengunjung berasal dari Denpasar, Badung, dan Gianyar.

"Kebanyakan ke sini main sama anak-anaknya, katanya anaknya nangis bosan di rumah," katanya.

Dalam sehari rata-rata kunjungan bisa mencapai 15 orang.

Sementara untuk kunjungan wisatawan asing hanya 2 sampai 3 orang per hari, itupun wisatawan asing yang sudah lama tinggal di Bali.

Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, sudah tentu kalah jauh dengan jumlah kunjungan 50 hingga 150 orang per hari.

"Saat ini ramainya Sabtu dan Minggu, kan mereka ke pantai, terus main-main ke sini, kalau hari biasa sepi. Kadang tak ada sama sekali," katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved