Ini Cara Memakai Google Classroom "Offline" untuk Guru dan Murid, Lengkap Cara Membuatnya
Cara-cara berikut ini bukan berarti 100 persen offline, pengguna tetap perlu tersambung ke internet terutama saat akses awal
TRIBUN-BALI.COM - Tahun ajaran baru kali ini, sekolah diminta untuk memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi mengurangi risiko penyebaran virus corona.
Belajar cara baru ini, meski pun tidak asing bagi sebagian orang, tetap menimbulkan kendala bagi guru, murid maupun orang tua terutama masalah internet.
Akses internet lambat atau kuota internet terbatas menjadi beberapa kendala saat belajar dalam jaringan, online.
Google Classroom, platform belajar-mengajar jarak jauh dari Google, menyediakan sejumlah fitur yang bisa diakses secara luar jaringan, offline, agar guru dan murid tetap bisa membuka materi pelajaran meski pun internet terbatas.
Cara-cara berikut ini bukan berarti 100 persen offline, pengguna tetap perlu tersambung ke internet terutama saat akses awal, hanya saja perangkat tidak harus selalu terkoneksi.
• Google Sebut 83 Persen Orangtua Cemas Anaknya Terpapar Muatan Tak Pantas dari Internet
Cara akses offline
Langkah pertama, tim administrator dan guru harus memiliki akun G Suite dan menyetelnya agar bisa diakses secara luar jaringan. Buka akun administrator G Suite, kemudian pilih Feature and Application.
Pilih "allow users to enable offline access" di bagian tersebut.
Setelah itu, langkah kedua, pengguna akun G Suite harus mengunduh ekstensi Google Docs Offline untuk peramban Google Chrome agar bisa membuka Google Docs, Sheets, Drive dan Slides secara ofline.
Langkah terakhir, semua orang yang akan menggunakan Classroom harus mengaktifkan fitur offline dan bagikan cara-cara di atas kepada murid maupun guru.
• Begini Cara Menggunakan Google Classroom untuk Murid dan Guru, Cukup Login di classroom.google.com
Murid
Ketika akan belajar dengan Google Classroom, murid perlu tersambung dengan internet saat awal membuka platform tersebut.
Setelah mengaktifkan fitur offline, murid bisa mengunduh materi belajar yang diberikan guru lewat Google Clasroom.
Setelah itu, meski pun internet mati, murid tetap bisa membuka materi yang sudah diunduh tadi.
Murid bisa mengerjakan tugas secara offline, misalnya dengan Google Docs.
Ketika tersambung ke internet, Google Docs akan secara otomatis menyimpan berkas.
Dengan cara ini, murid bisa menghemat pemakaian internet karena hanya perlu terkoneksi ketika mengunduh materi dan saat akan mengumpulkan tugas.
Membuat ruang belajar online
Sementara itu, cara membuat Google Classroom untuk belajar online.
Hingga kini, beberapa sekolah belum bisa mengadakan pembelajaran secara tatap muka.
Namun dengan adanya Google Classrom kegiatan belajar mengajar tetap bisa dilakukan meskipun melalui jarak jauh.
Berikut cara ini menggunakan Google Classroom untuk membuat ruang belajar online bagi murid dan guru.
Google Classroom merupakan produk Google yang dapat dimanfaatkan secara gratis untuk Belajar dari Rumah.
Aplikasi belajar online ini dapat digunakan melalui laptop/PC dan ponsel.
Jika Anda akan menggunakannya melalui laptop, cukup akses classroom.google.com.
Sementara jika menggunakan ponsel, Anda dapat men-download aplikasi di Google Play dan App Store.
• Google Larang Iklan Teori Konspirasi Virus Corona dan Bakal Rombak Gmail Pendukung WFH
Ada beberapa fasilitas atau aplikasi yang bisa digunakan secara gratis untuk mengadakan pembelajaran secara online, satu di antaranya Google Classroom.
Dilansir Dummies, Google Classroom adalah aplikasi yang memungkinkan guru untuk membuat area kelas secara online.
Mereka bisa mengelola semua dokumen yang dibutuhkan murid dalam pembelajaran.
Dokumen pembelajaran dapat disimpan di Google Drive dan dapat diedit di aplikasi Drive, seperti Google Documents, Spreadsheet, dan sebagainya.
Pembeda Google Classroom dari pengalaman Google Drive biasa adalah adanya antarmuka guru/murid, yang dirancang Google untuk mempertemukan guru dan murid secara online.
• Google Classroom untuk Belajar Online Gratis di Rumah, Begini Cara Membuat Kelas & Mengundang Siswa
Cara menggunakan Google Classroom
Berikut cara menggunakan Google Classroom sebagaimana Tribunnews praktikkan:
Seperti halnya aplikasi Google lainnya, yang dibutuhkan adalah akun Google.
Jika belum memiliki, silahkan daftar terlebih dahulu.
- Akses laman classroom.google.com
- Login menggunakan akun Google.
- Kemudian pilih tanda '+' di sebelah kanan atas.
- Pilih 'Join class' untuk murid, 'create class' untuk guru.
- Saat pilih 'Join Class', murid memasukkan kode kelas yang diberikan guru.
- Sementara bagi guru, pilih 'Create Class' kemudian centang 'Saya sudah membaca dan memahami pemberitahuan di atas, dan saya tidak menggunakan Ruang Kelas di sekolah bersama murid' kemudian pilih 'Terus'.
- Masukkan nama kelas, bagian, subjek, kamar, kemudian pilih 'Create'.
- Google Classroom siap digunakan.
- Bagikan kode kelas kepada para murid.
Cara Membuat Kelas di Google Classroom
1. Buka situs classroom.google.com
2. Pilih 'Tambahkan' (simbol +).
3. Buat Kelas/Create Class.
4. Masukkan Nama Kelas.
5. Isi keterangan pada pilihan Section (Bagian), Subject (Mata pelajaran), Room (Ruangan).
6. Jika sudah, maka klik 'Buat/Create'.
7. Anda akan mendapatkan kode kelas.
Cara mengundang siswa melalui email
1. Buka akun Google Classroom
2. Klik 'Anggota', kemudian klik 'Undang siswa'
3. Masukkan alamat email siswa atau grup
4. Klik 'Undang'
Cara bergabung ke Google Classroom menggunakan kode yang dibagikan
1. Login classroom.google.com
2. Kemudian klik Tambahkan (simbol +) di bagian pojok kanan atas, dan pilih 'Gabung kelas/join class'.
3. Masukkan kode dari guru, dan klik 'Gabung'.
Fitur dalam Google Classroom:
Membuat tugas
Sebagai guru, Google Classroom dapat dimanfaatkan untuk membuat tugas pekerjaan rumah untuk murid.
Saat membuat tugas, Anda sebagai guru dapat mengunggah dokumen yang diperlukan untuk dibaca atau dikerjakan murid. Murid akan menerima pemberitahuan email tentang tugas baru.
Para murid 'menyerahkan' tugas setelah selesai, dan Anda kemudian dapat menilai tugas tersebut.
- Membuat Pengumuman
Jika memiliki pengumuman untuk seluruh kelas, Anda dapat dengan cepat mengetik pengumuman, yang dikirimkan melalui email ke semua murid di kelas.
- Menyimpan Materi Kelas
Bahan yang Anda tambahkan ke tugas bukan satu-satunya dokumen yang dapat disimpan.
Anda dapat menyimpan dokumen lain yang diperlukan untuk murid di Google Drive.
- Izinkan murid berinteraksi
murid memiliki kemampuan untuk mengomentari tugas dan pengumuman.
Selain itu, suswa dapat mengirim email satu sama lain melalui antarmukan kelas.
• Ini Cara Mudah Gunakan Aplikasi Video Telekonferensi Google Meet di Smartphone dan PC
Aplikasi Terpopuler
Google Classroom menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Google Playstore dan Apple App Store, sejak sebagian sekolah dan universitas menerapkan kebijakan belajar dari rumah, untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Alih-alih menghentikan kegiatan belajar mengajar, banyak institusi pendidikan yang membuka kelas online dengan memanfaatkan sejumlah layanan, seperti Google Classroom, Zoom, dan lain sebagainya.
Aplikasi Google Classroom (Google Kelas) yang sebelum Maret 2020 tidak masuk daftar aplikasi terpopuler, kini berada di puncak daftar aplikasi PlayStore gratis teratas, termasuk di wilayah Indonesia, berdampingan dengan WhatsApp, Zoom, Tiktok, hingga Facebook.
Google Classroom waktu itu, telah diunduh hingga lebih dari 50 juta kali.
Prestasi ini tergolong luar biasa, sebab menurut riset AppBrain, Google Classroom bahkan di luar daftar 100 aplikasi populer pada awal Maret ini.
Jumlah unduhan meningkat drastis, dan pada 10 Maret lalu Google Classroom menembus 5 besar aplikasi populer di wilayah Amerika Serikat. dan menerima berbagai ulasan yang menyebutkan bahwa aplikasi keluaran Google ini sangat membantu pembelajaran jarak jauh.
Seperti ulasan yang ditulis oleh Soraya Peterson yang merating Google Classroom dengan lima bintang.
"Aplikasinya sangat bermanfaat. Memudahkan guru dan murid dalam belajar," tulisnya.
• Mulai 1 Agustus 2020, Perusahaan Google, Amazon, Netflix, dan Spotify Bakal Ditarik Pajak
Pengulas lain pun juga memuji aplikasi ini, Muhammad Fikri A.
Dia menuliskan bahwa aplikasi ini menjadi cara belajar baru di zaman sekarang. Murid dapat tetap terhubung dengan guru meskipun saat di luar sekolah.
"Zaman sekarang, kami tidak harus mendegarkan guru menerangkan materi di depan kelas, namun kami tetap bisa belajar dengan memanfaatkan teknologi ini meskipun berada di luar sekolah," tulisnya.
Sementara di toko aplikasi iOS App Store, Google Classroom juga meraih peringkat pertama untuk kategori Pendidikan dengan "#1 Education" dan rating 4.0.
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Androidpolice, Selasa (31/3/2020), selain populer di Indonesia, aplikasi ini juga diunduh secara masif di AS, Meksiko, Kanada, Finlandia, Italia, dan Polandia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tangkapan-layar-google-classroom.jpg)