Bebas Setelah Dipenjara Kasus Narkoba di Bali, WNA Australia William Roy Dideportasi

WNA Australia William Roy menghirup udara bebas setelah sebelumnya menjalani pidana narkotika di LP Kelas IIA Kerobokan

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Foto istimewa kiriman Humas Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali.
Foto istimewa kiriman Humas Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - WNA asal Melbourne, Australia, William Roy Astillero Cabantog (36), hari ini Sabtu (25/7/2020), menghirup udara bebas setelah sebelumnya menjalani pidana narkotika di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

“Siang tadi di Lapas Kerobokan telah dilaksanakan pembebasan dan serah terima WNA antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai,” kata Humas Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali I Putu Surya Dharma, Sabtu (25/7/2020).

Penjemputan dilakukan oleh Petugas Bidang Inteldakim dilakukan dari pukul 09.00 Wita, dan tiba kembali di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada pukul 12.00 Wita.

“WNA yang dijemput merupakan WN Australia atas nama William Roy Astillero Cabantog (36), yang telah dinyatakan bebas setelah menjalani masa pidana selama 1 tahun terkait tindak pidana narkotika,” imbuhnya.

WNA tersebut berada di ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan rapid test guna memenuhi protokol kesehatan.

Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi guna proses pen deportasian.

Diberitakan sebelumnya, William Roy Astillero Cabantog (36), tertangkap setelah kedapatan memiliki narkotika jenis kokain seberat 1,12 gram.

Terungkapnya kasus narkoba ini berdasarkan adanya informasi dari masyarakat, yang mengatakan ada seorang laki-laki bernama William yang tinggal di guest house, Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali.

William diketahui sering mengedarkan narkotika jenis kokain di seputaran Canggu dan sekitarnya, dari hasil itulah Sat Res narkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali melakukan penyelidikan.

Ia dituntut penjara selama satu tahun dan dua bulan karena dinilai bersalah menyalahgunakan narkotik golongan I jenis kokain.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved