Breaking News:

BPBD Berhasil Evakuasi Ular Piton di Permukiman Warga di Denpasar Selatan

Ular piton sepanjang 2,5 meter dengan diameter sekitar 6 centimeter ditemukan memasuki permukiman warga di Jalan Tukad Nyali

Dok. BPBD Kota Denpasar
Ular piton sepanjang 2,5 meter dievakuasi oleh tim reptil BPBD Kota Denpasar, di di Jalan Tukad Nyali Gang IX No. 8, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (24/7/2020) malam. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang kebayakan orang-orang memulai waktu beristirahatnya, tim reptil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar disibukkan dengan evakuasi ular piton sepanjang 2,5 meter.

Ular piton sepanjang 2,5 meter dengan diameter sekitar 6 centimeter itu ditemukan memasuki permukiman warga di Jalan Tukad Nyali Gang IX No. 8, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (24/7/2020) malam kemarin sekira pukul 20.51 Wita.

"Penanganan reptil liar berjenis ular piton masuk rumah dilakukan tim BPBD pukul 20.51 Wita kemarin malam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa kepada Tribun Bali, Sabtu (25/7/2020).

Mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya mengarahkan tim reptil BPBD Kota Denpasar Pos Cokro untuk melakukan atensi ke TKP.

Sederet Gejala Kanker Ovarium yang Kerap Tidak Disadari

Presiden Jokowi Jalani Tes Swab Setelah Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo Positif Covid-19

Seberapa Besar Pengaruh Secangkir Kopi terhadap Detak Jantung?

Ular tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim reptil yang juga merupakan tim pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Kota Denpasar dengan menggunakan alat stik khusus penangkap ular dan keahlian yang dimiliki tim.

Sebab jika tidak ditangani dengan benar, meskipun ular piton tidak memiliki bisa beracun namun lilitannya mampu mematikan korbannya untuk dimangsa.

"Ular berhasil dievakuasi dengan aman, tidak ada korban dengan keberadaan ular ini," katanya.

Selanjutnya ular tersebut dibawa ke pos BPBD untuk diserah kepada komunitas pecinta reptil dilakukan pemeriksaan dan dipelihara atau dilepas liarkan kembali di habitat yang aman.

"Biasanya kan diambil komunitas pecinta reptil atau nantinya dilepasliarkan di habitatnya yang aman," ujar dia. (*).

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved