Berita Banyuwangi
Seperti di Belanda, Bilik Kuliner Steril Ada di Banyuwangi
Para pelaku wisata Banyuwangi kian bergeliat menyambut masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal.
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Para pelaku wisata Banyuwangi kian bergeliat menyambut masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal.
Seperti yang terlihat di kawasan kuliner Kampung Mandar dengan membuat bilik kuliner steril untuk pengunjungnya.
Wisata kuliner ini berlokasi di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, yang tak lain adalah kawasan sekitar muara Pantai Boom.
Menunya tentu saja khas daerah pantai, ikan bakar.
• 7 Manfaat Berjalan Selama Kehamilan, Meredakan Nyeri hingga Menurunkan Risiko Diabetes
• Penyakit Katarak Dapat Menyerang Semua Usia, Ini Beberapa Faktor Risiko Katarak
• Ramalan Zodiak 26 Juli 2020, Aries Merasa Tersesat, Aquarius Akan Mengejutkan Semua Orang
"Terima kasih teman-teman nelayan Kampung Mandar, dinas terkait, kecamatan, dan Bank Jatim yang memberi dukungan. Kehadiran tempat kuliner unik seperti ini memberi semangat kepada kita semua untuk bekerja lebih kreatif memulihkan ekonomi lokal setelah dihajar dampak pandemi Covid-19,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Kampung ini dulunya adalah kawasan yang terkesan kumuh.
Perlahan, dengan pendampingan Dinas Kelautan dan Perikanan, sejak tiga tahun lalu keluarga nelayan membuat warung-warung dengan menu ikan laut.
Kawasan tersebut pun mulai berubah.
"Pada 2018, mulai digelar festival pasar ikan sebagai strategi agar kawasan berubah menjadi lebih bersih. Warung kami promosikan, dinas terus mendampingi, akhirnya warga mulai mendapat tambahan pemasukan. Selama pandemi pasti jeblok, makanya sekarang kita bangkitkan lagi, termasuk dengan model bilik kuliner steril semacam ini,” ujarnya.
Di kawasan tersebut terdapat 10 bilik kuliner steril.
Para pemilik warung melayani pengunjung dengan pelindung diri.
Dinas Kesehatan dilibatkan terjun langsung mendampingi proses memasak agar selalu higienis.
Para tamu duduk di dalam bilik tertutup yang transparan.
Di dalam bilik disediakan meja dan kursi yang selalu dibersihkan setelah dipakai.
”Higienitas alur produksi, mulai dari mendapatkan ikan sebagai bahan baku, proses memasak, sterilisasi alat masak, hingga penyajian; semua rangkaian itu harus dipastikan higienis,” pesan Anas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bilik-kuliner-steril-ada-di-banyuwangi.jpg)