Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Sepatu Terbaik dan Terburuk untuk Kaki

Kelengkapan sepatu seperti peredam getaran dan bantalan sebenarnya membuat kaki kita menjadi lebih lemah dan lebih rentan cedera.

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay
Foto ilustrasi sepatu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hingga saat ini banyak orang yang suka menggunakan sepatu.

Bahkan sepatu telah menjadi hal penting dalam hidup beberapa orang.

Sepatu melindungi kaki kita dari hal yang tidak diinginkan.

Seperti kotoran hingga benda tajam.

Mudah Dibuat untuk Pemula, Resep Dorayaki Isi Cokelat Ini Pasti Disukai Si Kecil

4 Drakor Detektif Ini Bikin Penonton Penasaran, Tell Me What You Saw hingga The Good Detective

Tanggapi Kritik Soal Omnibus Law, Luhut: Tak Ada Pemerintah yang Buat Aturan untuk Bunuh Rakyatnya

Ada anggapan bahwa kaki kita sebenarnya tidak memerlukan sepatu.

Mengapa demikian?

Menurut Daniel Lieberman, chair of Department of Human Evolutionary Biology di Harvard University bersama tim penelitinya, kelengkapan sepatu seperti peredam getaran dan bantalan sebenarnya membuat kaki kita menjadi lebih lemah dan lebih rentan cedera.

Riset ini mempelajari dampak berlari menggunakan sepatu versus telanjang kaki.

Hasilnya, melindungi kaki dengan sepatu justru bisa berisiko dalam jangka panjang.

"Saat kita berjalan menggunakan sepatu, kaki kita menekan bantalan sebagai pengganti permukaan tanah keras yang membuat otot-otot di kaki hanya bekerja lebih sedikit dibandingkan jika kita bertelanjang kaki." Demikian kata Lieberman kepada majalah Time.

Jika otot kaki tidak dilatih dengan benar karena bantalan sol yang nyaman, risiko cedera dan masalah kaki seperti flat feet (kaki datar) meningkat.

Kaki datar adalah kondisi di mana lengkungan yang seharusnya terdapat di telapak kaki menjadi rata.

Namun, sepatu kets atau sneaker masih menjadi pilihan lebih baik dibandingkan sepatu hak tinggi, di mana jenis sepatu ini dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan.

Di samping rasa tidak nyaman, memakai sepatu hak tinggi dapat mengubah struktur otot betis kita, serta menyebabkan masalah persendian dan nyeri otot.

Semua risiko tersebut akan meningkat seiring bertambahnya usia, yang artinya kaki kita tidak akan pernah terbiasa memakai sepatu hak tinggi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved