Breaking News:

Diduga Edarkan Sabu dan Ekstasi, Jamil Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Terdakwa Jamil Hamzar (25) tidak bisa berbuat banyak saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan pidana penjara selama tujuh tahun.

Tribun Bali/I Putu Candra
Foto : Jamil menjalani sidang virtual dari Lapas Kerobokan. Ia dituntut tujuh tahun penjara karena tindak pidana narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Jamil Hamzar (25) tidak bisa berbuat banyak saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan pidana penjara selama tujuh tahun.

Ia dituntut, karena dinilai bersalah mengedarkan sabu-sabu dan ekstasi.

Pria asal Sumenep yang menjalani sidang dari Lapas Kelas IIA Kerobokan ini melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar mengajukan pembelaan (pledoi), menanggapi tuntutan jaksa.

Dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bambang Purwanto selaku anggota penasihat hukum memohon kepada majelis hakim agar kliennya dijatuhi hukum ringan.

Harga Emas Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Ini Sebabnya

Yayasan Sehati Bali Kini Mendidik 30 Orang Anak Autis, Bermula dari Anak Autis Kurang Mampu

Pedagang Harapkan Bupati Gianyar Ajak ASN Berbelanja di Pasar Seni Sukawati

Ini karena pertimbangan, bahwa di persidangan terdakwa telah mengakui terus terang dan menyesali perbuatannya.

"Jika majelis hakim berpendapat lain, mohon hukuman seadil-adilnya bagi terdakwa," pinta Bambang.

Sementara dalam pembacaan surat tuntutan, Jaksa Ika Lusiana Fatmawati menyatakan, terdakwa Jamil telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman.

Perbuatan dinilai melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jamil Hamzar dengan pidana penjara selama tujuh tahun, dikurangi selama ditahan sementara dengan perintah tetap ditahan. Dan denda Rp 1 miliar subsidair tiga bulan penjara," tegas Jaksa Ika Lusiana di sidang dengan majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja.

Diungkap dalam surat dakwaan, bahwa awalnya petugas kepolisian dari Satnarkoba Polresta Denpasar menangkap Irfan Efendi (berkas terpisah).

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved