Pedagang Harapkan Bupati Gianyar Ajak ASN Berbelanja di Pasar Seni Sukawati
Menurut keterangan sejumlah pedagang Pasar Seni Sukawati, Senin (27/7/2020), seharusnya pada bulan Juli ini, jumlah pembeli ke pasar tersebut relatif
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejumlah pedagang di Pasar Seni Sukawati, berharap Pemkab Gianyar memperhatikan nasib mereka seperti para peternak ikan.
Sebelumnya, Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengkoordinir para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gianyar untuk patungan membeli ikan-ikan para peternak yang terdampak covid-19.
Tak tanggung-tanggung, perputaran ekonomi dalam kegiatan tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut keterangan sejumlah pedagang Pasar Seni Sukawati, Senin (27/7/2020), seharusnya pada bulan Juli ini, jumlah pembeli ke pasar tersebut relatif membludak.
• Ditangkap Edarkan 55,7 Gram Sabu dan 138 Butir Ekstasi, Wayan Darma Dihukum 12 Tahun Penjara
• TNI AL Gelar Latihan Perang Dekat Laut China Selatan di Tengah Konflik Antara AS dan China
• Ramalan Zodiak Cinta 28 Juli 2020: Aries Dapat Kejutan, Libra Waktunya Menyatakan Perasaan!
Sebab pada bulan ini, merupakan hari liburan wisatawan Eropa.
Namun sejak pandemi covid-19 ini, kondisinya sangat jauh berbeda.
“Yang beli baju seni, masih ada. Biasanya warga lokal. Tapi barang seni seperti lukisan, patung dan souvenir hampir tidak ada, karena sekarang tidak ada tamu,” ujar seorang pedagang, Nyoman Karmadi.
Karmadi berharap, pemerintah memperhatikan mereka seperti pemerintah memperhatikan peternak ikan.
“Waktu ini di kantor bupati pedagang ikan difasilitasi. Kami juga pengen pemerintah melakukan itu di sini, supaya dagangan kami laku,” ujarnya.
Hal senada juga diharapkan pedagang lainnya, Nyoman Pramada.
Kata dia, saat ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak, lantaran barang yang dijual adalah benda seni.
“Kalau jualan pakaian, apalagi sembako pasti masih bisa jalan.
Kami di sini hanya jualan barang kesenian, jadi sudah kalau tidak ada wisatawan mancanegara. Tahun lalu, kalau Juli sudah ramai tamu-tamu eropa,” ujarnya.
Pria asal Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati yang telah berjualan sejak tahun 1990an itu mengatakan tidak menjual dagangannya via online, karena menilai hal tersebut lebih banyak menghabiskan biaya, terutama biaya kuota internet.
• Awas, 5 Kebiasaan Ini Bikin Rambut Lebih Gampang Rontok dan Tipis
• Liburan ke Bali, 6 Rekomendasi Kuliner Khas Bali Ini Cocok Jadi Menu Makan Siang
• Atlet Tembak Bali Sarah Tamaela Raih Juara I Kategori Tembak Reaksi di Kapolri Cup 2020
Selain itu, ia menilai pembeli lebih baik melihat barang tersebut secara langsung, supaya natinya tidak ada kesan barang tidak sesuai dengan di foto.
“Kita jualan barang seni, kalau tidak dilihat langsung susah orang tertarik.
Kalau bisa, mohon ASN di lingkungan Pemkab Gianyar untuk ikut serta belanja barang-barang seni. Meskipun belanjanya tidak banyak. Biar bisa aja perputaran ekonomi,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-pasar-seni-sukawati-tampak-sepi-pasca-pandemi-covid-19-senin-2772020.jpg)