Berita Gianyar
Seorang Pria Teriak Histeris di Dasar Jurang Ubud Bali, Mengaku Dikejar 'Anak-anak', Sempat Mengamuk
Saat ditemui petugas, korban sulit diajak berkomunikasi dan terus meracau dengan ucapan yang tidak jelas.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Warga di sekitar Sungai Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, dibuat geger oleh teriakan histeris seorang pria yang berada di dasar jurang sungai, Minggu 7 Juni 2026.
Pria asal Kediri, Jawa Timur itu berulang kali berteriak ketakutan sambil mengaku dikerubungi "anak-anak".
Padahal, dari atas tebing, warga melihat pria tersebut berada seorang diri di tengah aliran sungai.
Kondisi itu membuat warga khawatir dan segera melaporkannya kepada petugas.
Baca juga: BISA Gangguan Mental? 173 Ribu Tablet Ilegal Disita, BPOM Bongkar Sindikat Obat Ilegal di Bali
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pria tersebut diduga tengah mengalami depresi berat setelah sehari sebelumnya kehilangan pekerjaan sebagai buruh bangunan.
Belum diketahui secara pasti bagaimana ia bisa berada di dasar sungai yang memiliki medan cukup terjal dan sulit dijangkau.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar bersama unsur terkait kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Namun proses penyelamatan tidak berjalan mudah.
Saat ditemui petugas, korban sulit diajak berkomunikasi dan terus meracau dengan ucapan yang tidak jelas.
Bahkan, ketika hendak dibantu naik ke atas, korban sempat mengamuk sambil membawa sebatang bambu.
Kondisi tersebut membuat petugas harus berhati-hati agar proses evakuasi tetap aman, baik bagi korban maupun tim penyelamat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis untuk menenangkan korban.
"Diduga korban sedang mengalami depresi. Tim berupaya membangun komunikasi agar korban merasa tenang dan mau bekerja sama," ujarnya.
Setelah cukup lama melakukan pendekatan, korban akhirnya bersedia menyerahkan bambu yang dibawanya dan mengikuti arahan petugas.
Untuk alasan keselamatan, korban kemudian dievakuasi menggunakan tandu yang diikat dengan tali sebelum ditarik ke atas jurang.
"Berkat kesigapan tim dan bantuan warga, proses penyelamatan dapat berjalan dengan aman. Selanjutnya korban dibawa ke RSU Ari Santi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Dibya.
Terkait kondisi fisik korban setelah ditemukan di dasar sungai, pihak BPBD masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
"Perkembangannya nanti akan kami informasikan lebih lanjut," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Seorang-Pria-Teriak-Histeris-di-Dasar-Jurang-Ubud-Bali-Mengaku-Dikejar-Anak-anak-Sempat-Mengamuk.jpg)