Ini 5 Penyebab Harga Lobster Mahal, Tak Hanya di Indonesia tapi di Negara Lain
Mahalnya harga lobster tidak hanya di Indonesia, juga di negara lain di dunia.
Saat ini, budidaya lobster secara komersial pertama sedang dikembangkan di Asia. Sehingga, permintaan pasar akan lobster masih mengandalkan penangkapan di alam liar.
• Angkat Bicara Soal Izin Ekspor Benih Lobster, Edhy: Yang Putuskan Bukan Saya, Tapi Tim
2. Biaya pengiriman lobster mahal
Menjaga lobster tetap hidup saat pengiriman menjadi tantangan tersendiri, karena harus tetap dingin dan lembab sambil memiliki cukup oksigen untuk bernafas dan hidup.
Hal itu membuat biaya pengiriman lobster mahal.
Contoh, biaya pengiriman lobster dari Maine ke California mencapai US$ 40 atau Rp 580.000 (kurs Rp 14.500) per lobster.
Lobster memang rasanya paling enak saat dimasak hidup-hidup dibanding sudah mati.
Ketika sudah mati, maka teksturnya keras dan alot.
Selain itu, lobster mati juga bisa menjadi sarang bakteri dan bisa menginfeksi orang yang mengonsumsinya.
3. Lobster susah diolah
Mengolah lobster bukanlah hal yang mudah lantaran sulit mengeluarkan dagingnya dari kulitnya ketika belum matang.
Selain itu, memasaknya sebelum pengemasan dapat menyebabkan daging menjadi keras ketika nanti disiapkan untuk dimakan.
• Berupaya Ekspor Baby Lobster Senilai Rp 1,5 miliar AH Diamankan Petugas Bea Cukai Ngurah Rai
Beberapa perusahaan pengolah lobster menggunakan teknologi tekanan air tinggi untuk memisahkan daging dengan lebih mudah, dan menyediakan lobster olahan yang lebih segar untuk didistribusikan.
Tetapi, jumlah perusahaan pengolahan lobster yang memiliki teknologi ini masih terbatas.
4. Jalur distribusi yang panjang
Jalur distribusi lobster panjang, berpindah dari banyak tangan sebelum disajikan di meja restoran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-lobster-nelayan-di-badung-mengekspor-lobster-hingga-jepang.jpg)