Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pengangguran di Indonesia Bertambah 3,7 Juta Orang Selama Pandemi Covid-19

guna mengatasi tingkat pengangguran yang melonjak, pemerintah akan memfokuskan penggunaan anggaran tahun 2021 untuk peningkatan kesempatan kerja

Editor: Wema Satya Dinata

TRIBUN-BALI.COM - Pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat jumlah pengangguran di Indonesia bertambah hingga 3,7 juta orang.

Jumlah tersebut pun menambah angka pengangguran yang sudah ada sebelumnya yang capai 7 juta.

Alhasil, kini jumlah pengangguran di Indonesia ada sekitar 10,7 juta orang. 

Nah, guna mengatasi tingkat pengangguran yang melonjak, pemerintah akan memfokuskan penggunaan anggaran tahun 2021 untuk peningkatan kesempatan kerja.

Biaya Perawatan 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon Bekas yang Mau Dibeli Prabowo Rp 6,5 T per Tahun

Pemantauan Protokol Kesehatan di Pasar Pasah Pemedilan Denpasar, Pedagang Tak Patuh Diberi Teguran

Kelurahan Sumerta Gencarkan Monitoring Sosialisasi Protokol Kesehatan, Cegah Penyebaran Covid-19

Asal tahu saja, sebelumnya pemerintah menambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 sebesar 5,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pelebaran defisit tersebut dilakukan untuk agar ruang fiskal dapat digunakan untuk menggenjot belanja.

"Kenaikan itu akan didesain sedemikian rupa dan dapat memberikan implikasi yang positif terhadap pemulihan ekonomi, utamanya untuk mencegah terjadinya bertambahnya orang miskin, bertambahnya pengangguran," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa usai rapat terbatas, Selasa (28/7/2020).

Suharso menyebut masalah pengangguran akan diselesaikan secara bertahap pada tahun 2021.

Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani mengatakan fokus tambahan anggaran sebesar Rp 179 triliun dari pelebaran defisit adalah untuk pembukaan kesempatan kerja.

Hal itu berjalan bersamaan dengan transformasi di berbagai sektor.

Menkeu mencontohkan, fokus utama pada ketahanan pangan.

Tetapi program tersebut juga harus mendukung pengurangan pengangguran.

"Tujuan pada tahun 2021 tidak hanya growth tetapi employment atau kesempatan kerja dan pengurangan kemiskinan," terang Sri Mulyani.

KPK Panggil Saksi untuk Tersangka Adnan dan I Ketut Suarbawa dalam Kasus Korupsi Jembatan Bangkinang

5 Zodiak Ini Dikenal Paling Bisa Membawa Pengaruh Positif ke Orang Lain

Suhu Udara Lebih Dingin, Termasuk di Bali Ternyata dari Australia Akan Berlangsung Hingga Dua Bulan

Anggaran juga akan digunakan untuk menumbuhkan industri manufaktur.

Hal itu dilakukan dengan mengembangkan pusat kawasan industri.

Sri Mulyani menambahkan, penguatan pusat kawasan industri bisa melalui revitalisasi atau pun pembuatan pusat kawasan baru.

Sehingga Indonesia mampu menarik investasi di sektor manufaktur dan membuka lapangan pekerjaan.(*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved