Nekat Jadi Tukang Tempel Sabu, Gede Andrian Dihukum 10 Tahun Penjara

Terdakwa Gede Andrian dihukum 10 tahun penjara karena terlibat tindak pidana peredaran narkotik

Tribun Bali/I Putu Candra
Andrian menjalani sidang putusan secara virtual. Ia dijatuhi hukum 10 tahun penjara dalam perkara narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dari balik layar monitor, Gede Andrian (38), kerap menunduk saat mendengarkan pembacaan amar putusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Denpasar, Bali.

Di persidangan yang digelar secara virtual, majelis hakim menghukum terdakwa Gede Andrian dengan pidana penjara selama 10 tahun.

Ia dinyatakan bersalah terlibat tindak pidana peredaran narkotik.

Dalam keterlibatannya, Andrian bertugas mengambil sekaligus mengirim paket sabu dengan sistem tempel dengan upah Rp 400 ribu sekali tempel.

Terhadap putusan itu, terdakwa Andrian yang menjalani sidang dari Lapas Kelas IIA Kerobokan, melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PB) Peradi Denpasar menyatakan menerima.

"Kami menerima, Yang Mulia," ujar Bambang Purwanto selaku anggota penasihat hukum.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Erawati Susina menyampaikan sikap yang sama.

Sebelumnya, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar itu melayangkan tuntutan pidana penjara selama 12 tahun kepada terdakwa Andrian.

Juga tuntutan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider empat bulan penjara.

Meski putusan lebih ringan dua tahun dari tuntutan, majelis hakim dalam amar putusannya sependapat dengan dakwaan pada tuntutan jaksa.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved