Breaking News:

Tim Verifikasi Periksa Akomodasi Hotel & Vila di Badung

Tim Verifikasi Kesiapan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, telah melakukan pemeriksaan di lapangan terhadap sejumlah jasa akomodasi hotel

Communications ITDC
(Ilustrasi) The Nusa Dua dengan melakukan langkah mitigasi penyebaran Pandemi COVID-19 dan memonitor kesehatan mereka yang bekerja dan berwisata di dalam kawasan. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Tim Verifikasi Kesiapan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, telah melakukan pemeriksaan di lapangan terhadap sejumlah jasa akomodasi hotel dan vila serta daya tarik wisata berupa beach club di wilayah tersebut.

"Dalam melakukan verifikasi ini, kami selaku Tim Verifikator memeriksa kesesuaian dari data checklist yang sudah diisi secara mandiri dengan kenyataan yang ada di lapangan," ujar Koordinator Tim Verifikasi Kesiapan Pariwisata Pemkab Badung, Nyoman Astama di Mangupura, Sabtu (1/8/2020).

Ia mengatakan, dalam proses verifikasi lapangan terhadap jasa dan vila, pihaknya dibagi menjadi sejumlah kelompok.

Tim didampingi unsur pemerintah yaitu dari Dinas Pariwisata Badung, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung, Dinas Kesehatan Badung dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung.

"Seperti verifikasi yang telah kami lakukan Selasa (28/7), kami dibagi menjadi tiga kelompok dengan pembagian kelompok 1 meninjau Hotel Amaris Sunset Road Kuta, Villa Kayu Raja Kerobokan Kelod dan Finns Recreation Club Kuta Utara.

Kelompok 2 menyasar Villa Uma Sapna Seminyak, Puri Cendana Resort Seminyak dan Mall Bali Galeria serta kelompok 3 melakukan verifikasi lapangan ke Kagura Japanese Cuisine, Nusa Dua, Latitude Bali Nusa Dua dan Bali Collection ITDC Nusa Dua," katanya.

Nyoman Astama menjelaskan, penilaian berdasarkan atas tersedianya fasilitas tambahan yang dipersyaratkan oleh protokol CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, Environmental friendly sesuai yang ditentukan oleh Gugus Tugas Covid-19 nasional maupun Kemenkes RI.

Selain itu, tim memeriksa keberadaan bukti dokumen Standar Prosedur Operasi (SOP), pelaksanaan pelatihan yang dilakukan terhadap SOP tersebut, penerapan SOP pada pelayanan dan serta konsistensi tata kelola oleh manajemen dalam memastikan penerapan protokol CHSE yang berkelanjutan.

"Hal ini penting karena reaktivasi kegiatan pariwisata pada era Covid-19 ini sangat tergantung dari kepercayaan tamu atas kesiapan dan penerapan protokol CHSE yang ketat sehingga tamu sendiri yang mengatakan bahwa destinasi itu aman, bukan kami yang mengatakan diri kami aman," ungkapnya.

Kepala Bidang Industri Dinas Pariwisata Badung, Ngakan Putu Tri Ariawan menjelaskan, tujuan dari verifikasi lapangan untuk mengecek kesiapan industri sebagai tindak lanjut permohonan dari industri untuk diverifikasi sesuai prosedur dan proses pelaksanaan verifikasi.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved