Breaking News:

Akibat Kekurangan Guru dan Peserta Didik Minim Dalam Satu Sekolah, 12 SD di Tabanan 'Digabungkan'

Penggabungan dua sekolah menjadi satu sekolah tersebut dilakukan di empat Kecamatan, yakni Kecamatan Pupuan, Penebel, Kerambitan, dan Marga

net
Ilustrasi siswa SD. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sejumlah sekolah dasar (SD) di Tabanan sudah dilakukan regrouping (penggabungan sekolah) oleh Dinas Pendidikan Tabanan tahun ini.

Sebab, selain untuk mengoptimalkan pembelajaran juga karena disebabkan oleh kurangnya tenaga pendidik serta jumlah peserta didik (siswa) dalam satu sekolah yang sedikit.

Menurut data yang berhasil diperoleh, sebanyak 12 sekolah dasar yang ada di Tabanan dilakukan regrouping.

 Penggabungan dua sekolah menjadi satu sekolah tersebut dilakukan di empat Kecamatan, yakni Kecamatan Pupuan, Penebel, Kerambitan, dan Marga.

Denfest Tahun 2020 Akan Digelar Melalui Virtual, Dilaksanakan Selama 3 Bulan

Penutupan Apel Dansat Kodam IX/Udayana Hadirkan Motivator Aqua Dwipayana Hingga Ajik Krisna

Bappenas Minta Pembangunan Dermaga Tanah Ampo di Karangasem Ditunda, Ini Alasannya

Rinciannya, di Kecamatan Pupuan, SDN 1 Belatungan dan SDN 2 Belatungan menjadi SDN 1 Belatungan. Kemudian, SDN 2 Kebon Padangan dan SDN 3 Kebon Padangan menjadi SDN 3 Kebon Padangan.Di Kecamatan Penebel, SDN 1 Jegu dan SDN 2 Jegu menjadi SDN 2 Jegu.

Di Kecamatan Kerambitan, SDN Belumbang dan SDN 2 Belumbang menjadi SDN 2 Belumbang. Kemudian, SDN 1 Kukuh dan SDN 2 Kukuh menjadi SDN 1 Kukuh. Terakhir, di Kecamatan Marga, SDN 1 Tua dan SDN 2 Tua menjadi SDN 1 Tua.

"Untuk regrouping tahun ini sudah berjalan mulai tahun ajaran baru ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra saat dikonfirmasi, Rabu (5/8).

Nyoman Putra melanjutkan, regrouping dilakukan karena pihaknya kekurangan tenaga pendidik dan jumlah siswa yang sangat minim.

Sehingga dengan regrouping ini, satu sekolah tersebut mendapat guru dengan lengkap yakni satu kepala sekolah, 6 guru kelas, satu guru agama, dan satu guru olahraga.

"Dan semua sekolah ini sudah lengkap lengkap mendapat guru. Kemudian kelebihan guru dari regrouping ini kita minta untuk mengisi sekolah lain yang masih kekurangan guru. Artinya mengisi yang masih kosong jadi belum pemerataan karena jumlah guru dengan sekolah di Tabanan masih jauh di bawah," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved