Breaking News:

Bertahun-tahun Petani di Timuhun Klungkung Kesulitan Air Irigasi, Warga Usulkan Bangun Bendungan

Kondisi ini membuat warga setempat berinsiatif untuk memohon bantuan, agar dibuatkan bendungan baru di Sungai Jinah yang berada di sebelah timur desa

Istimewa
Seorang warga di Desa Timuhun ketika beraktivitas di lahannya yang kesulitan air irigasi, Rabu (5/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Lahan pertanian di Desa Tumuhun, Banjarangkan, Klungkung selama bertahun-tahun mengalami kesulitan air.

Hal ini karena debit air bendungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Melangit di Sungai Bubuh mengecil.

Petani setempat pun hanya bisa menanam padi dua tahun sekali.

Kondisi ini membuat warga setempat berinsiatif untuk memohon bantuan, agar dibuatkan bendungan baru di Sungai Jinah yang berada di sebelah timur desa .

Cegah Penularan Covid-19, Satgas Gotong Royong Desa Asat Banyuasri Gencar Sosialisasi Hingga Sidak

Cerita Babe Awal Mula Terinspirasi Membuat Minyak Kutus-Kutus

Koster Ajukan Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020, Pendapatan Daerah Bali Turun 10,19 Persen

Lalu airnya bisa dialirkan ke lahan pertanian warga setempat.

 "Karena kami lihat air di Tukad Jinah banyak terbuang ke laut. Alangkah baiknya dibuatkan bendungan untuk aliri pertanian di desa kami," ujar warga penggagas bendungan tersebut, Anak Agung Gede Yuliantara.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini debit sungai jinah terus mengecil.

Padahal sungai tersebut menjadi sumber air irigasi bagi masyarakat Timuhun.

Kondisi tersebut membuat petani setempat hanya bisa menanam padi 2 tahun sekali.

Dengan dibuatkan bendungan, diharapkan bisa mengaliri sawah di Desa Timuhun yang memiliki luasam sampai 156,83 hektar.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved