Lesu hingga Sakit Kepala, Berikut Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Cairan
Dehidrasi ringan hingga sedang dapat dicegah dengan minum lebih banyak cairan (rehidrasi), tetapi dehidrasi parah, yang dapat menimbulkan konsekuensi
TRIBUN-BALI.COM – Dehidrasi terjadi ketika tubuh seseorang tidak memiliki cukup air dan cairan lain untuk berfungsi secara normal.
Ini menjadi perhatian khusus pada bayi dan anak kecil, dan orang tua.
Dehidrasi ringan hingga sedang dapat dicegah dengan minum lebih banyak cairan (rehidrasi), tetapi dehidrasi parah, yang dapat menimbulkan konsekuensi serius, memerlukan perawatan medis yang segera.
Memiliki air yang cukup dalam tubuh kita sangat penting agar tubuh berfungsi dengan baik.
Cairan hilang dari tubuh setiap hari dalam bentuk uap air dari paru-paru saat bernapas, dan dalam keringat, urine, dan tinja.
Sejumlah kecil elektrolit (garam) hilang dengan kehilangan cairan.
Dehidrasi dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit, terutama natrium, kalium, dan klorida, yang memengaruhi fungsi tubuh.
• Tanda Cowokmu Sedang Cemburu Berdasarkan Zodiaknya, Aries Berubah Jadi Orang Asing, Pisces Diam
• 5 Zodiak Paling Cuek terhadap Omongan Orang, Aries Tak Peduli dengan Masalah Orang Lain
• Termasuk Penyakit Turunan, Mungkinkah Mencegah Diabetes?
Dehidrasi dapat terjadi karena tidak minum cukup cairan, kehilangan terlalu banyak cairan, atau kombinasi keduanya.
Orang mungkin tidak cukup minum karena mereka:
- Tidak merasa ingin makan atau minum karena sakit
- Terlalu sibuk dan lupa minum
- Tidak memiliki akses langsung ke air minum yang aman
- Sakit tenggorokan atau sariawan.
Orang mungkin kehilangan cairan tubuh lebih cepat dari biasanya karena:
- Berkeringat berlebihan akibat aktivitas fisik yang berlebihan, terutama dalam cuaca panas dan lembab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-dehidrasi_20180701_102010.jpg)