Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sempat Jadi Primadona, Kerajinan Pelepah Daun Pisang di Desa Satra Klungkung Kini Ditinggalkan

Kerajinan berbahan pelepah daun pisang kering, sempat berjaya dan menjadi ikon di Desa Satra Klungkung.

Tayang:
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Perbekel Desa Satra Dewa Putu Oka Arsana saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kerajinan berbahan pelepah daun pisang kering, sempat berjaya dan menjadi ikon di Desa Satra Klungkung.

Bahkan di awal periode tahun 2000an, hampir 80 persen warga Desa Satra ikut mengais rezeki dari kerajinan ini.

Sayangnya, saat ini kerajinan pelepah daun pisang sudah mulai ditinggalkan masyarakat.

Pemandangan pelepah daun pisang yang biasanya dijemur warga di pinggir jalan, sudah tidak tampak lagi di Desa Satra Klungkung.

Padahal pada tahun 2016 lalu, beberapa warga masih menekuni usaha ini.

" Sebenarnya ada seorang warga yang masih menekuni kerajinan berbahan pelepah daun pisang ini. Hanya saja semenjak pandemi, sudah tidak produksi lagi," ungkap Perbekel Desa Satra Dewa Putu Oka Arsana saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/8/2020).

Hasil UCL, Bayern vs Chelsea, Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Chelsea Catatkan Sejumlah Capaian Buruk

Hasil Liga Champions, Bayern Munchen Vs Chelsea, Robert Lewandowski Buat Chelsea Merana

Hipmi Gebrak dan Kumpul Bersama Gairahkan Pariwisata Bali

Ia tidak memungkiri, kerajinan berbahan pelepah daun pisang yang sempat menjadi "primadona" di Desa Satra mulai ditinggalkan warga.

Padahal dekade awal tahun 2000an, usaha ini mencapai puncak keemasannya.

Saat itu berbagai produk seperti album foto, pas foto, hingga tas berbahan pelepah daun pisang sangat laku di pasaran dan bahkan sampai diekspor ke berbagai negara.

" Pada masa keemasaanya, hampir 80 warga di Desa Satra ikut membuat kerajinan ini. Bahkan saya saja dulu sempat juga ikut buat," ujarnya.

Menurut Dewa Putu Oka, lesunya industri UMKM pembuatan kerajinan dari pelepah daun pisang ini disebabkan turunnya permintaan pasar dari tahun ke tahun.

Ditambah di tengah lesunya permintaan pasar, para pengusaha enggan untuk membentuk kelompok UMKM.

Hipmi Gebrak dan Kumpul Bersama Gairahkan Pariwisata Bali

BPD Bali Inisiasi QRIS di Kawasan Wisata Karangasem dan Klungkung

Punya Kulit Sawo Matang ?, Jauhi 5 Warna Baju Ini, Bisa Buat Anda Jadi Kelihatan Kusam dan Butek

Para pengusaha pun memilih untuk jalan sendiri-sendiri, hingga terjadi persaingan harga yang kurang sehat dan membuat usaha ini tidak berkembang.

" Sebelumnya dari desa sempat minta agar para pengusaha kerajinan ini, untuk membentuk kelompok. Sehingga lebih mudah untuk saling koordinasi dan bantu membantu jika ada masalah. Tapi kelompok UMKM ini tidak kunjung terbentuk, karena mereka ingin jalan sendiri-sendiri," jelasnya.

Saat ini sebagian dari pengusaha kerajinan pelepah daun pisang itu sudah beralih ke sektor lainnya.

Ada yang berdagang kecil-kecilan, berjualan makanan, hingga ada yang beralih ke usaha lain dengan memproduksi minuman loloh cemcem.

" Pengusaha yang dulu fokus di kerajinan pelepah daun pisang, ada beralih membuat minuman loloh cemcem. Dan hasilnya juga cukup berkembang saat ini," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved