Breaking News:

Dua Sejarah Perjuangan Rakyat Tabanan Akan Dibukukan

Dua Sejarah Perjuangan Rakyat Tabanan akan Dibukukan, Bagian Dari Program Pelestarian Sejarah Perjuangan Rakyat Bali

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Foto : Dinas Kebudayaan Tabanan mendampingi tim peneliti dari Universitas Udayana dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ke Puputan Margarana di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa (11/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN-Dinas Kebudayaan Tabanan mendampingi tim peneliti dari Universitas Udayana dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ke Puputan Margarana di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, Selasa (11/8/2020).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud terkait program pelestarian sejarah perjuangan rakyat bali khususnya di Tabanan.

Selanjutnya, dari hasil penelitian tersebut nantinya akan dituangkan dalam sebuah buku.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Gusti Ngurah Supanji mengatakan, program ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk pelestarian sejarah perjuangan rakyat Bali.

Inter Milan vs Leverkusen, Inter Milan Melenggang ke Semifinal Liga Europa, Ini Hasil Lengkapnya

Jangan Diabaikan, Berikut 4 Tanda Cara Menyikat Gigi yang Salah

Karyawati 23 Tahun di Surabaya Diduga Diculik Mantan Pacar Kemudian Disekap

Khusus di Tabanan, ada dua sejarah perjuangan yang digali yakni tentang sejarah perjuangan Sagung Wah dan sejarah Perang Puputan Margarana.

"Untuk tahun ini khusus di Tabanan dua (sejarah perjuangan) itu dulu," kata Supanji, Senin (11/8/2020).

Dia melanjutkan, dalam program ini, Disbud Tabanan mendampingi para peneliti dari Universitas Udayana dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali untuk melakukan penelitian atau menggali lebih dalam terkait dua sejarah perjuangan tersebut.

"Untuk di Tabanan tentang sejarah perjuangan Sagung Wah dan sejarah perang Puputan Margarana. Kebetulan kami di Disbud Tabanan mendampinginya," imbuhnya.

Disinggung mengenai kegiatan tersebut, Supanji menyatakan tim peneliti akan menggali lebih dalam terkait para pelaku, lokasi perjuangan, sejarah perjuangannya, dan lainnya lagi.

Kemudian ketika sudah lengkap, akan dituangkan dalam sebuah buku sebagai pelestarian sejarah.

"Jadi hasil penelitian ini nanti akan dibukukan sebagai wujud pelestarian sejarah," tandasnya.(*).

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved