Profil Lengkap Kamala Harris, Cawapres Pendamping Joe Biden di Pilpres AS 2020
Berikut ini profil dan sosok lengkap Kamala Harris, Cawapres Joe Biden di Pilpres Amerika Serika
TRIBUN-BALI.COM, NEW YORK – Berikut ini profil dan sosok lengkap Kamala Harris, Cawapres Joe Biden di Pilpres Amerika Serikat, yang disebut sebagai 'sosok politikus mengerikan' oleh Presiden Donald Trump.
Kemunculan Kamala Harris sebagai calon wakil presiden Amerika Serikat pendamping Joe Bidden di Pilpres AS mengejutkan Presiden Donald Trump, sang petahana.
Donald Trump langsung memberi cap Kamala Harris sebagai 'sosok politikus mengerikan'.
Trump merasa sangat kaget dengan keputusan Biden memilih Kamala Harris.
Trump membongkar masa lalu perempuan 55 tahun yang juga senator asal California itu.
Trump menyebut Kamala Harris sebagai sosok paling mengerikan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/8/2020).
Ia menyontohkan, saat sidang konfirmasi Senat 2018, yang cacat untuk memilih Hakim Agung Brett Kavanaugh, Kamala Harris merupakan senator, "Paling kejam, paling mengerikan, paling tidak sopan, dibandingkan siapa pun."
Tak hanya itu, Trump mengaku tidak terkesan dengan performa Kamala Harris saat bersaing dalam pemilihan presiden pendahuluan di Partai Demokrat yang akhirnya dimenangkan Biden.
"Saya lebih terkejut dari apa pun karena dia melakukannya dengan sangat buruk," tegasnya, tiada basa-basi melontarkan nyinyiran.
Profil Lengkap dan Sepak Terjang Kamala Harris di Politik Amerika
Kandidat Presiden AS terkuat dari Partai Demokrat, Joe Biden, menggandeng Kamala Devi Harris sebagai pasangannya.
Kamala Harris akan mendampingi Biden sebagai calon wakil presiden.
Penunjukan itu menjadikan Kamala Harris sebagai wanita pertama blasteran Amerika-Asia sebagai calon orang kedua di Gedung Putih.
Siapa Kamala Harris, Perempuan Berdarah India-Jamaika yang Jadi Cawapres AS Joe Biden?
Kamala Harris dilahirkan dari orangtua Shyamala Gopalan (ibu) yang berdarah India, dan Donald Kamala Harris (AS).
Ia memiliki adik kandung Maya Kamala Harris.
Shyamala Gopalan dikenal seorang ilmuwan ahli kanker payudara yang beremigrasi dari India pada 1960, untuk mengejar gelar doktor dalam bidang endokrinologi di Universitas Berkeley.
Sedangkan Donald Kamala Harris adalah seorang profesor ekonomi emeritus Universitas Stanford, yang beremigrasi dari Jamaika Inggris pada 1961 untuk studi pascasarjana di bidang ekonomi di UC Berkeley.
Kamala Harris lulus sarjana muda dari Howard University dan melanjutkan studi sarjana di University of California Hasting.
Jurnal Politico sejak beberapa pekan lalu menempatkan Kamala Harris sebagai figur yang bakal dipilih Biden.
Ada 11 sosok perempuan yang diulas, dan Biden sejak awal berkomitmen akan menggandeng perempuan sebagai pasangannya di Pilpres AS.
Posisi wapres di kubu Demokrat akan sangat signifikan, mengingat Joe Biden akan berusia 78 tahun saat Pilpres AS digelar November 2020.
Mantan wapres era Presiden Barrak Obama itu dalam beberapa kesempatan mengatakan, sangat penting calon wakil presidennya siap menjadi presiden sejak hari pertama dilantik.
Siapakah Kamala Harris?
Politico.com menulis. Sosok Kamala Harris sebagai jaksa sudah dikenal luas.
Setelah menjabat wakil jaksa distrik di Kabupaten Alameda, California, pada 90-an, Kamala Harris bergabung di kantor San Francisco pada 1998.
Lima tahun kemudian dia kemudian terpilih sebagai Jaksa Agung California (2010 dan 2014), sebelum melompat ke Senat pada 2016.
Sekarang ia berusia 55 tahun, dan telah mendapatkan reputasi tinggi di Senat karena dikenal sebagai pengritik Trump yang gigih.
Kamala Harris pernah mencoba ikut kontestasti kepresidenan tapi menarik diri sebelum pertarungan resmi dimulai 2019.
Dia mendukung Biden pada Maret dan sejak itu aktif berkampanye dan menggalang dana untuknya.
Kamala Harris lebih dikenal dan memiliki lebih banyak pengalaman politik tingkat tinggi daripada yang dipertimbangkan oleh Biden untuk wanita kulit hitam lainnya.
Dia bisa menjadi pendebat yang efektif, seperti yang dipelajari Biden secara langsung tahun lalu, ketika Kamala Harris mengkritiknya selama debat presiden.
Kamala Harris telah mengambil peran penting dalam tanggapan Senat Demokrat terhadap pandemi coronavirus dan desakan mereformasi kepolisian.
Pada usia 55, ia relatif muda, menawarkan keseimbangan generasi terhadap calon yang akan berusia 78 tahun pada November 2020.
Kamala Harris memiliki hubungan sangat baik dengan almarhum putra Biden, Beau Biden, yang pernah jadi Jaksa Agung Delaware.
Namun Politico.com mencatat, pemilihan Kamala Harris mungkin akan mengecewakan beberapa orang progresif, yang menghabiskan banyak tahun lalu mengkritik catatannya sebagai jaksa.
Sebagai Jaksa Agung California, dia menentang legalisasi ganja, menolak mempertimbangkan inisiatif pemungutan suara untuk pencabutan hukuman mati, isu yang jadi haluan kalangan Demokrat.
Ia juga tidak mendukung undang-undang negara bagian yang mensyaratkan investigasi independen terhadap kasus-kasus di mana polisi “membunuh” orang atas alasan tugas.
Merespon penunjukan dirinya oleh Biden, Kamala Harris menyatakan sangat menghormati pilihan itu.
“Sungguh saya sangat terhormat bergabung dengan Biden sebagai calon wapres, dan melakukan apa yang diperintahkan dia sebagai Commander of Chief,” tulis Kamala Harris di akun Twitternya
Ia memuji Biden sebagai figur yang bisa menyatukan rakyat Amerika, orang yang menghabiskan sepanjang hidupnya untuk bertarung demi rakyat.
“Sebagai Presiden, ia (Biden) bisa membangun kehidupan ideal di Amerika,” lanjut Kamala Harris.(TribunNewsmaker.com - Sumber:
Tribunnews.com/Politico.com/BBCNews/xna)
Artikel ini telah tayang di Tribun Style dengan judul DISEBUT 'Mengerikan' oleh Donald Trump, Ini Profil Kamala Harris, Cawapres AS Pendamping Joe Bidden
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/calon-presiden-dan-calon-wakil-presiden-partai-demokrat-pilpres-2020.jpg)