Breaking News:

Shortcut Titik 7-9 Buleleng Dibangun Tahun 2021

Pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani, titik 7-9 yang terletak di tiga desa di Buleleng dipastikan dilakukan tahun 2021

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Peta pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani, Buleleng, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani, titik 7-9 yang terletak di tiga desa, yakni Wanagiri, Gitgit, dan Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, dipastikan mulai dilakukan pada Januari 2021 mendatang.

Gubernur Bali Wayan Koster ditemui saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Tamblang, Buleleng, Bali, Rabu (12/8/2020), mengatakan tahun ini proyek pembangunan shortcut titik 7, 8 dan 9 memang belum bisa dilaksanakan, karena pusat harus melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Namun, setelah melakukan percakapan khusus bersama Menteri PUPR, Koster menyebut pembangunan shortcut itu dipastikan mulai dilaksanakan pada Januari 2021 mendatang.

"Saat Menteri PUPR datang ke Bali beberapa waktu lalu, pembangunan shortcut katanya akan dilakukan, tapi hanya sampai titik 7 dan 8. Namun setelah saya bicara secara intesif, mengatakan bahwa masyarakat Buleleng sangat antusias dengan keberadaan shortcut ini, Menteri jadi semangat. Sehingga 2021 pembangunan shortcut ditambah sampai titik 9," ucap Koster.

Pembangunan shortcut titik 7-9 ini diperkirakan membutuhkan anggaran kurang lebih sebesar Rp 200 miliar.

Anggaran tersebut nantinya bersumber dari APBN Kementerian PUPR.

"Pembangunannya mulai Januari 2021, tapi tendernya sudah dilalukan pada Oktober tahun ini. Pengerjaannya juga nanti oleh pihak kementerian," terang Koster.

Sementara disinggung terkait proses pembebasan lahan yang saat ini masih mengalami kendala, mengingat banyak warga yang tidak terima dengan nilai ganti rugi lahan yang diberikan oleh tim appraisal, Koster menyebut persoalan tersebut dapat diselesaikan di pengadilan atau dengan istilah konsinyasi.

"Pembangunan shortcut jalan terus. Kan bermanfaat untuk banyak orang, kenapa ditolak. Shortcut ini diprogram sampai titik 10. Namun akan ditambah sampai titik 12. Titik 10nya akan dilaksanakan 2022, sementara titik 11 dan 12 tahun 2023," pungkasnya.

Seperti diketahui, pembangunan shortcut titik 7-8 dan 9-10 akan dibangun sepanjang 6.5 kilometer, dengan lebar jalan sekitar 7.5 meter.

Jalan yang mulanya memiliki 70 tikungan, akan dipangkas menjadi 22 tikungan.

Selain itu, juga akan dibangun sejumlah jembatan.

Seperti di titik 7 sebanyak satu unit jembatan, titik 8 sebanyak dua unit jembatan dengan total panjang 140 meter, dan titik 10 sebanyak lima unit jembatan dengan total panjang 575 meter.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved