Breaking News:

Suami Kerja di Koperasi dan Anak Pegawai Kontrak Dapat BLT, Suwirta: Salah Sasaran

Bantuan Covid- 19 ini berdasar SK Bupati Klungkung, menyasar keluarga yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan penghasilan drastis.

Istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat memantau penyaluran tahan I BLT Kabulaten di sejumlah wilayah di Kabupaten Klungkung, Kamis (13/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kabupaten Klungkung mulai bermasalah.

Kamis (13/8/2020), Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menemukan penyaluran BLT yang tidak tepat sasaran di Lingkungan Semarapura Kaja, Klungkung.

Bupati pun bertindak tegas, menarik kembali bantuan tersebut.

Kamis kemarin, Suwirta melakukan monitoring penyaluran dana bantuan Tahap I di sejumlah lokasi.

Suwirta sempat mewawancara beberapa warga penerima BLT.

"Mengetahui latar belakang penerima dan menghindari terjadinya salah sasaran, tadi saya sempatkan mewawancarai seluruh perwakilan calon penerima," jelas Suwirta.

Dari hasil wawancara, ternyata ada seorang calon penerima bantuan mengaku sebagai seorang pegawai koperasi dan beristri seorang pedagang.

Ia memiliki anak-anak yang juga pegawai kontrak.

Menurut Suwirta, kondisi keluarga itu belum layak untuk masuk kategori penerima BLT.

"Atas temuan ini, saya sudah perintahkan kepala lingkungan dan kelurahan setempat untuk menarik kembali dana bantuan tersebut," tegas Suwirta.

Usai mewawancara dan menyerahkan bantuan secara simbolis, Suwirta sempat mewanti-wanti para lurah dan kepala lingkungan yang melakukan pendataan lebih berhati-hati dalam menentukan calon penerima BLT.

"BLT dari APBD Klungkung ini harus benar-benar tepat sasaran, jangan sampai yang tidak berhak malah mendapatkan bantuan ini," tegas Suwirta.

Bantuan Jaring Pengaman Sosial Penanganan Covid- 19 ini berdasar SK Bupati Klungkung, menyasar keluarga yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan penghasilan secara drastis akibat Covid- 19.

Sehingga, keluarga tersebut rentan miskin atau mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun.

Syaratnya harus memiliki Kartu Keluarga, KTP Klungkung dan tinggal di wilayah Klungkung selama pandemi Covid, juga belum menerima bantuan lain dari pemerintah pusat maupun Pemprov Bali. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved