Seni Budaya
GENJEK Manduang di Klungkung Bangkit Setelah Vacum Bertahun-tahun
Kesenian tradisional Genjek dari Desa Manduang, Kabupaten Klungkung menarik perhatian penonton saat Semarapura Festival ke-8.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kesenian tradisional Genjek dari Desa Manduang, Kabupaten Klungkung menarik perhatian penonton saat Semarapura Festival ke-8.
Penampilan memukau dari Sekaa Genjek Gita Sunari yang bernaung di bawah Sanggar Seni Wijaya Kusuma ini mendapat apresiasi langsung Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra di Panggung Utama Festival Semarapura, Kamis (30/4) malam.
Terlebih kesenian tersebut sempat vacum bertahun-tahun, dan kembali dibangkitkan untuk dilestarikan. Genjek Manduang tampil membawakan harmoni vokal khas Bali Timur yang memadukan lagu-lagu rakyat dengan suara tiruan gamelan (cipak) yang energetik.
Kesenian ini semakin hidup dengan iringan tarian santai yang menghibur, menghidupkan kembali tradisi gegonjakan (bersenda gurau) khas pedesaan Klungkung di atas panggung festival.
Baca juga: UPAH di Klungkung di Bawah UMK, Pekerja Informal Digaji di Bawah Rp 2,5 Juta Per Bulan
Baca juga: ASTAGA Maling Helm Beraksi di Seputaran Renon, Ini Wajah & Plat No Motor Pelaku dari Berbagai CCTV!
Dalam kesempatan itu, Bupati Klungkung I Made Satria menyatakan kekagumannya atas upaya pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat Desa Wisata Manduang. Ia pun menekankan Genjek bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan dan kreativitas kolektif masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi penampilan Sekaa Genjek Gita Sunari. Ini adalah bukti nyata bahwa potensi seni budaya di desa wisata kita sangat luar biasa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung akan terus mendukung agar kesenian seperti ini tidak hanya tampil di festival lokal, tapi juga dikenal secara luas sebagai daya tarik wisata unggulan,” ujar Bupati Satria.
Sementara itu, Ketua FORKOMDEWI Kabupaten Klungkung, I Ketut Sukadana menyampaikan penampilan di Semarapura Festival ini merupakan momentum bersejarah bagi Desa Wisata Manduang.
Setelah sempat vakum dalam waktu yang cukup lama, kesenian Genjek ini berhasil dibangkitkan kembali berkat kolaborasi spesial antara tim kreatif FORKOMDEWI (Forum Komunikasi Desa Wisata) Klungkung dengan Sanggar Seni Wijaya Kusuma.
“Forum ini akan terus menjadi wadah interaksi antardesa wisata untuk menggali potensi kearifan lokal. Semoga Genjek Manduang dapat terus konsisten tampil dan diberikan ruang pada berbagai ajang seremonial maupun pariwisata yang dilaksanakan oleh Pemkab Klungkung ke depannya,” ucapnya.
Di akhir pementasan ini, Bupati Satria bersama Ny. Eva Satria dan Wabup Tjok Surya juga menyerahkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada delapan para penerima. (mit)
| PUKAU Penonton Negeri Sakura, Penampilan Jegog Jembrana di Jepang Setelah 10 Tahun Puasa |
|
|---|
| KAMUS Digital Bahasa dan Aksara Bali Dibuat, Memudahkan Memahami Bahasa, Aksara Bali dan Artinya |
|
|---|
| NOVEL Karya Ketut Sugiartha, Raih Hadiah Sastera Rancage 2026, Diramu dari Kisah Nyata tentang Kasta |
|
|---|
| Parade Ogoh-ogoh Dikemas Ala Karnaval Budaya, Kasanga Festival 2026 Hadirkan Konsep Baru |
|
|---|
| USUL 3 Calon WBTB, Bahasa Melayu Loloan Unik Khas, Jembrana Usul Angklung Reyong dan Arja Sewagati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kesenian-tradisional-Genjek-dari-Desa-Manduang-saat-pentas-dan-menarik-perhatian-penonton.jpg)