Breaking News:

Temukan Penyaluran Salah Sasaran, Bupati Suwirta Kembali Tarik BLT

Dibatalkannya salah satu warga untuk menerima BLT itu dilakukan Suwirta, setelah mewawancarai secara acak calon penerima bantuan.

Istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mendapati penyaluran BLT tidak tepat sasaran di Desa Satra, Klungkung, Jumat (14/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta kembali menarik Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari APBD Klungkung yang dinilai salah sasaran.

Hal itu terjadi saat Bupati Suwirta melakukan monitoring penyaluran dana bantuan Jaring Pengaman Sosial penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Tahap I di Desa Satra, Kecamatan Klungkung, Jumat (14/8/2020).

Dibatalkannya salah satu warga untuk menerima BLT itu dilakukan  Suwirta, setelah mewawancarai secara acak calon penerima bantuan.

Dari hasil wawancaranya ternyata ada  salah satu warga calon penerima bantuan masih bekerja dan dua orang anaknya juga masih bekerja dengan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam keluarga mereka.

Koster Ajak DPRD Bali Dukung Polda Bali Agar Bertindak Tegas Terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan

Ini Langkah-langkah yang Akan Dikerjakan Pemerintahan Jokowi dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Cepat-cepatan Hanya Rp 999.000, Harga Spesial Ponsel Xiaomi Redmi 9A, Ini Cara Mendapatkannya

Suwirta pun juga tetap mewanti-wanti perangkat desa untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pendataan dan menentukan calon penerima bantuan agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.

“Bantuan BLT dari APBD Klungkung ini harus benar-benar tepat sasaran, jangan sampai yang berhak untuk mendapatkan malah tidak dapat,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati menjelaskan, penyaluran Bantuan Jaring Pengaman Sosial penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan SK Bupati Klungkung Nomor : 293/05/HK/2020 tentang pemberian bantuan sosial kepada keluarga terdampak Covid-19.

Sasarannya adalah keluarga yang kepala keluarga dari / atau anggota keluarganya kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan penghasilan secara drastis akibat Covid-19.

Sehingga keluarga tersebut rentan miskin atau mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun.

 Syaratnya harus memiliki Kartu Keluarga dan KTP Klungkung dan tinggal di wilayah Kabupaten Klungkung selama pandemi Covid-19.

Plt. Kepala Dinas Sosial Wayan Sumarta mengatakan, bantuan Jaring Pengaman Sosial penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) akan dilakukan dalam tiga tahap, selama tiga bulan kedepan.

 Dana bantuan setiap tahapnya berjumlah Rp 600.000 per orang.

Secara keseluruhan di Klungkung, bantuan jejaring pengaman sosial disalurkan ke  5.870 KK yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat, maupun pemerintah provinsi.

" Sesuai Surat Keputusan Bupati, bantuan jaring pengaman kabupaten ini disalurkan selama 3 bulan.

Cara Mudah Membuat Donat Kentang Enak dan Lembut, Bisa Dibuat Bareng Si Kecil, Berikut Resepnya

Aprindo Bali Akui Ada Penurunan Bisnis Akibat Pandemi Covid-19

5 Zodiak yang Susah Dipahami, Gemini Punya Dua Kepribadian, Scorpio Susah Dikendalikan

Dalam penyaluran tahap I, kami anggarkan Rp3.522.000.000, untuk 5.870 KK penerima manfaat di Klungkung," ujar Sumarta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved