Berita Banyuwangi
Dokter Tirta Bakar Motivasi Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas
Memotivasi para penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas di tengah pandemi, Dinas Pendidikan Banyuwangi mendatangkan Tirta Mandira Hudhi
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI- Memotivasi para penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas di tengah pandemi, Dinas Pendidikan Banyuwangi mendatangkan Tirta Mandira Hudhi, atau yang lebih populer dipanggil dokter Tirta, di Sarasehan Inspirasi, yang digelar di Banyuwangi, Jumat (14/8/2020) petang.
Di sarasehan yang diikuti ratusan penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas mulai 2011 itu, dr. Tirta menceritakan jalan hidupnya terutama kiat untuk tetap mandiri di tengah situasi sulit, seperti pandemi saat ini.
Tirta berbagi cerita perjalanan hidupnya hingga bisa memiliki 62 usaha jasa perawatan dan cuci sepatu premium di berbagai daerah.
Alumni Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta itu mengaku selama menempuh pendidikan formal juga merupakan penerima beasiswa.
• Warna dan Pengaruhnya Terhadap Suasana Hati, Merah Punya Daya Tarik Kuat, Apa Warna Favoritmu?
• Sebelum Dirujuk ke RSUP Sanglah, Prof. Marhaeni Sempat Periksakan Diri ke Dokter Paru di Buleleng
• Lewandowski Kini Samai Torehan Lionel Messi, Kejar Rekor Gol Cristiano Ronaldo di Liga Champions
Bahkan dia sempat menolak berbagai beasiswa dari luar negeri.
Namun, bagi Tirta meski mendapat beasiswa tetap harus ada hal lain perlu dibanggakan.
"Memang bangga dapat beasiswa, Tapi yang terpenting adalah bisa mandiri dan melakukan sesuatu untuk orang lain. Itu sesuatu yang harus kita banggakan," kata pria yang berhasil lulus di tahun 2013 dengan predikat cumlaude itu.
Hal itu dia lakoni saat kuliah.
Selain aktif kuliah dan berorganisasi Tirta juga mulai menjalankan usaha.
Dia mulai usaha jual beli sepatu, membeli sepatu dan menjualnya kembali.
Ternyata usahanya berjalan lancar.
"Namun bisnis saya pernah bangkrut. Saya pernah kulakan beli sepatu senilai Rp 50 juta, tapi yang datang kiri semua. Saat itulah saya jatuh, bahkan saya harus makan nasi aking dan sarden tiap hari," katanya.
Tapi tak lama dia bangkit. Dia membuka bisnis jasa perawatan dan cuci sepatu premium.
Dari bisnis itu ternyata berjalan mulus.
Hingga akhirnya kini dia memiliki 62 tempat perawatan dan cuci sepatu dengan lebih dari 300 karyawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tirta-mandira-hudhi-di-sarasehan-inspirasi.jpg)