Breaking News:

Corona di Bali

Sebelum Dirujuk ke RSUP Sanglah, Prof. Marhaeni Sempat Periksakan Diri ke Dokter Paru di Buleleng

Sebelum dirawat di RSUP Sanglah Prof Dr Anak Agung Istri Ngr Marhaeni MA sempat memeriksakan diri ke salah satu dokter paru yang ada di Buleleng

Istimewa
Sekda Buleleng sekaligus Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebelum dirawat di RSUP Sanglah, Guru besar Pendidikan Bahasa Inggris, di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni, M.A. sempat memeriksakan diri ke salah satu dokter paru yang ada di Buleleng, Bali.

Demikian disampaikan Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa.

Kata Suyasa, almarhum Marhaeni memeriksakan diri ke dokter paru sekitar empat hari yang lalu.

Saat pemeriksaan itu, dokter sempat melakukan upaya rapid test, dan hasilnya reaktif.

Kulit Cerah Dalam Semalam, Coba 3 Sleeping Mask Korea Ini

BREAKING NEWS-Kabar Duka, Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Meninggal Dunia

Selain Membuat Suasana Hati Jadi Lebih Baik, Berikut Sederet Manfaat Tidur Nyenyak

Mengingat hasilnya reaktif, dokter pun langsung merujuk Marhaeni ke RSUD Buleleng.

Namun setibanya di RSUD, Mahaeni meminta agar dirujuk kembali ke RSUP Sanglah.

"Jadi saat di RSUD, kami belum sempat melakukan swab test kepada yang bersangkutan (almarhum Marhaeni,red). Dokter maunya dirawat dulu di RSUD untuk melihat penyakitnya. Tapi pasien meminta agar dirujuk saja ke RSUP Sanglah, mungkin karena ada keluarganya di Denpasar. Atas permintaan itu, pasien akhirnya di rujuklah ke RSUP Sanglah. Kemudian tadi sekitar pukul 09.00 Wita, saya dapat info yang bersangkutan sudah meninggal dunia," terang Suyasa.

Mengingat almarhum Marhaeni dirawat di RSUP Sanglah, Suyasa mengaku tidak memiliki data autentik terkait hasil pemeriksaan dokter, termasuk hasil swab testnya.

Sehingga Suyasa mengaku dirinya tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Catatan mediknya saya tidak punya, karena dia dirawat di RSUP Sanglah. Jadi saya juga tidak tau perkembangannya, termasuk apakah yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta. Saya tidak punya data autentik, jadi kewenangan untuk memberikan informasi ada dipihak RSUP Sanglah, atau dengan Gugus Tugas Provinsi," tutup Suyasa. (*)

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved