Pendapatan Drakor Melonjak Tajam Tapi Industri Film Korea Selatan Menurun Selama Pandemi
Perusahaan hiburan utama Korea Selatan telah membukukan laporan pendapatan yang beragam untuk kuartal kedua.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih berlangsung.
Banyak orang memilih melakukan aktivitasnya di rumah.
Seperti bekerja maupun berolahraga.
Saat berada dirumah, menonton film maupun drama Korea (drakor) menjadi salah satu hiburan bagi banyak orang.
• Barcelona Kalah Dengan Skor 8-2, Mulut Besar Vidal Bungkam
• Ramalan Zodiak Minggu Ini 15-21 Agustus 2020, Aquarius Takut Tersakiti, Leo Kurangi Kecepatan
• Jerinx Langganan Juara di SD, Ayahnya Sudah Prediksi Masuk Penjara
Perusahaan hiburan utama Korea Selatan telah membukukan laporan pendapatan yang beragam untuk kuartal kedua.
Jika dilihat pendapatan di kuartal ini terimbas dari pandemi virus corona yang tidak proporsional pada setiap sektor.
Dilansir dari Yonhap, Studio Dragon, sebuah perusahaan produksi drama yang dimiliki oleh raksasa hiburan CJ ENM, tampaknya menjadi pemenang terbesar untuk periode April-Juni, di mana orang-orang diminta untuk tinggal di rumah dan menikmati acara TV atau menonton Netflix.
Penjualannya mencapai 161,4 miliar won (USD 136,1 juta) untuk periode April-Juni, naik 25,9 persen dari tahun sebelumnya.
Laba operasinya melonjak 56,3 persen satu tahun menjadi 16,9 miliar won, dan laba bersihnya melonjak 82,1 persen satu tahun menjadi 13,4 miliar won.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pendapatannya yang cukup tinggi itu karena penjualan luar negeri yang cepat dari drama hitnya, seperti ‘Crash Landing On You’, ‘The King: Eternal Monarch’ dan ‘It's Okay to Not Be Okay’.
Itu memperoleh 59,4 miliar won dari penjualan luar negeri selama periode tiga bulan, naik 40,7 persen dari tahun lalu.
Di sisi lain, induknya, CJ ENM, berjuang dengan penurunan tajam dalam penjualan dari bisnis pembuatan film dan distribusi, karena industri film Korea Selatan mengalami rekor penonton terendah di musim semi.
Menurut pengajuan peraturan, CJ ENM mencatat 837,5 miliar won dalam penjualan kuartal kedua, turun 16,7 persen dari tahun sebelumnya.
Laba operasinya juga turun 16,1 persen satu tahun menjadi 73,4 miliar won.
Secara khusus, penjualan bisnis filmnya anjlok 81,5 persen per tahun menjadi 12,5 miliar won, karena hampir tidak ada film yang dirilis pada kuartal kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/drama-korea-atau-drakor-crash-landing-on-you.jpg)