Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

55 Pegiat Sastra Bali Modern Peringati HUT ke-75 RI dengan Membaca Cerpen & Puisi Bali Online

55 Pegiat Sastra Bali Modern Peringati HUT ke-75 RI dengan Membaca Cerpen/Puisi Bali Online Keroyokan dalam Sehari, Ada yang Membaca dari Jepang

Istimewa
Peserta saat membaca cerpen/puisi secara live menggunakan akun media sosialnya  

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tak melulu dengan makan kerupuk ataupun panjat pinang.

Di tengah pandemi Covid-19, ada cara unik yang dilakukan oleh pegiat sastra Bali modern untuk merayakan HUT ke-75 RI, yakni dengan membaca cerpen atau puisi berbahasa Bali secara online.

Dan dalam sejarah sastra Bali modern, kegiatan ini merupakan yang pertama digelar.

Walaupun sastra Bali modern saat ini termarjinalkan di tanahnya sendiri yakni Bali, namun antusias peserta tak pernah padam.

5 Zodiak Ini Bisa Bikin Orang Lain Bahagia & Semangat, Jadi Happy Virus Buat Semua Orang!

Semifial Liga Champions Tanpa Wakil Inggris, Italia, dan Spanyol, Ulang Memori 29 Tahun Lalu

5 Makanan Ini Bisa Bikin Anda Bahagia dalam Sekejap, Mood Jelek Langsung Jadi Happy!

Ini terlihat dari jumlah peserta yang bergabung dalam acara yang digelar secara serentak pada Minggu (16/8/2020) yang mencapai 55 orang.

Salah seorang penggagas acara, I Putu Supartika (26) mengatakan, kegiatan yang digelar ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah digelar sebelumnya yakni membaca cerpen Bali online yang sudah memasuki edisi ke-99.

“Sebelumnya sudah ada kegiatan serupa, namun sehari satu pembaca. Yang sekarang serentak dalam sehari dan ini untuk merayakan pembacaan yang ke-100 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia,” kata lelaki asal Karangasem ini.

Supartika mengatakan, acara ini diikuti oleh berbagai kalangan dan kebanyakan dari generasi muda mulai dari penulis, guru, dosen, mahasiswa, jero mangku, maupun wartawan.

Ini membuktikan jika masih ada generasi muda yang peduli dengan sastra Bali modern.

Kegiatan yang bertajuk “Maca Cerpen lan Puisi Bali Online Keroyokan” (membaca cerpen dan puisi Bali online keroyokan) ini menurut Supartika pertama kali terjadi dalam sejarah sastra Bali modern.

“Kalau membaca secara langsung, mungkin ada, tapi tidak sebanyak ini juga. Untuk online ini pertama kali dalam sejarah sastra Bali modern, bahkan di Bali ini yang pertama kalinya,” katanya.

Selama sehari atau 24 jam, para peserta ini bebas membacakan karya sesuai dengan keinginannya masing-masing tanpa dibatasi waktu.

Peserta bebas memilih karya yang akan dibacanya, bisa membaca cerpen atau puisi, ataupun cerpen dan puisi sekaligus, dan bisa membaca karya sendiri, maupun karya penulis lain.

Saat membaca, peserta melakukan siaran langsung di akun facebook masing-masing, selain itu ada pula yang melakukan siaran langsung di instagram.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved