Berita Banyuwangi

Ekspedisi Aksi 1.000 Bunda, Kampanye Memerangi Kelaparan Singgah di Banyuwangi

Rangkaian kegiatan Aksi 1.000 Bunda untuk Indonesia ini diawali dengan Ekspedisi Merdeka 100% yang melalui 7 provinsi dan menempuh jarak

Istimewa
Pembacaan deklrasi bebas kelaparan balita sebagai rangkaian Aksi 1.000 Bunda di Banyuwangi. 

TRIBUN-BALI.COM - Aksi 1.000 Bunda dideklarasikan relawan Foodbank of Indonesia (FOI) dan sekitar 500 balita di 45 titik wilayah kerja FOI, salah satunya Banyuwangi, Selasa (18/8/2020).

Deklarasi aksi ini dilakukan secara simbolis di Pandeglang, Jakarta, dan Banyuwangi diikuti para bunda di berbagai wilayah untuk membuka akses pangan dan memerangi kelaparan pada balita.

Rangkaian kegiatan Aksi 1.000 Bunda untuk Indonesia ini diawali dengan Ekspedisi Merdeka 100% yang melalui 7 provinsi dan menempuh jarak lebih dari 2.500 kilometer.

Ekspedisi dengan menggunakan moda transportasi motor ini dimulai dari tanggal 15 Agustus dengan tujuan melakukan observasi lapang tentang pola makan balita dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi.

Tim Bidpropam Polda Bali Lakukan Sidak di Polres Badung, Ini yang Diperiksa

Terkait Paket GiriAsa di Pilkada Badung 2020, Giri Prasta Bantah Ada Gejolak di Internal Partainya

Terkendala Anggaran dan Proses Administrasi, 8 Desa di Tabanan Belum Cairkan BLT Dana Desa Tahap II

"Gerakan ini merupakan sebuah kampanye yang mengajak para bunda Indonesia (kader, paud, calon bunda, pakar, akademisi) untuk bergerak membuka akses pangan dan memerangi kelaparan pada balita di Indonesia untuk mencapai impian Indonesia Merdeka 100%" kata Founder FOI, Hendro Utomo, di Banyuwangi.

Dialog juga dilakukan dengan para relawan dan bunda mengenai isu kelaparan pada balita serta upaya yang dilakukan untuk memerangi kelaparan tersebut.

Kampanye yang menyasar 50.000 anak ini  berlangsung sejak 15 Agustus hingga 22 Desember 2020.

Adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia diperkirakan meningkatkan angka kemiskinan.

Pandemi menyebabkan penghasilan masyarakat merosot drastis dan tentu menyebabkan gangguan akses pangan pada keluarga.

“Dari hasil observasi lapangan, situasi pandemi ini semakin mempersulit balita memperoleh akses pangan yang layak.

Banyak balita kita yang mengalami kelaparan, gizi kurang, bahkan stunting.

Kita harus bergerak bersama untuk memerdekakan balita Indonesia dari rasa lapar, sehingga dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan baik, karena balita adalah generasi penerus bangsa,” ungkap Hendro.

Hendro berharap kampanye dan aksi ini dapat menginspirasi semua pihak untuk turut berkolaborasi sesuai dengan bidangnya masing-masing demi mendukung balita yang merupakan masa depan Indonesia.

“Semoga kerjasama semua pihak dapat menghantarkan Indonesia mencapai impian merdeka, Merdeka 100 persen," tambah Hendro. (*)

Sumber: Surya
  • Berita Terkait :#Berita Banyuwangi
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved