Breaking News:

Terkait Wacana Penerapan Pendidikan Militer Satu Semester, Ini Kata Wakil Rektor IV Unud

Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait wacana penerapan Pendidikan Militer satu semester seba

Istimewa
Ilustrasi pendidikan militer 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, BALI – Wakil Rektor IV Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra S.H, M.Hum mendukung Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait wacana penerapan Pendidikan Militer satu semester sebagai bagian dari program bela negara terhadap peserta didik.

Prof. Wyasa berpendapat bahwa program pendidikan militer penting bagi mahasiswa di tengah terpaan badai ideologi asing yang mudah masuk melalui media sosial, sehingga diperlukan upaya kontrol oleh negara melalui kampus – kampus guna membentengi mahasiswa terhadap paparan paham-paham yang berseberangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya sudah mendengar berita itu, saya pikir dilihat tujuannya, tujuannya adalah untuk meningkatkan penganutan dan kesadaran terhadap nilai-nilai  ideologis kebangsaan, ini memang penting untuk generasi yang meneruskan kehidupan sebuah bangsa, diisi dengan gagasan penanaman penguatan cinta tanah air kebangsaan, boleh saja,” kata Prof. Wyasa saat dikonfirmasi Tribun Bali, Selasa (18/8/2020).

Mengenal i-Car, Mobil Listrik Canggih Buatan ITS yang Libatkan Puluhan Ahli Dalam Pembuatannya

Satgas Gotong Royong Covid-19 Kelurahan Panjer Sosialisasi Prokes ke Pasar Nyanggelan Setiap Pagi

Pengumuman Kelulusan lewat Simak UI Bisa Dilihat Selasa 18 Agustus 2020 Pukul 13.00 WIB di Link Ini

Menurutnya, hal ini selaras dengan program yang diusung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yakni Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

Namun, Prof. Wyasa berpesan agar program pendidikan militer harus diatur klarifikasi konsep, formulasi, serta target capaian yang tepat, sedemikian rupa untuk diaplikasikan sesuai karakter mahasiswa.

Pihak kampus siap melaksanakan kebijakan kementerian, oleh sebab itu kebijakan harus disusun dengan baik dengan dosis yang tepat supaya tidak menghilangkan filosofi dan misi dari kebijakan itu sendiri.

Duduk di Ruang Pemeriksaan Polda Bali, Jerinx Sapa dan Kepalkan Tangan Kiri: Saya Sehat-sehat Saja

POPULER: 40 Jenazah Suspect Covid-19 Dikremasi di Krematorium Bebalang Dalam 2 Bulan Terakhir

“Gagasannya adalah memberikan pengalaman, rasa cinta bangsa dan tanah air tidak cukup dikuliahkan saja tapi juga perlu pengalaman, seperti pendidikan militer satu semester, saya rasa bagus yang penting disesuaikan dengan karakter atau kurikulum peserta didik takutnya kan militer banget, harus dibedakan antara mahasiswa dengan tentara, perlakuannya seperti apa, harus diformulasikan dengan baik untuk menghindarkan kesan militeraiasi sipil,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved