Breaking News:

Sponsored Content

Upaya Mewujudkan Kopi Pelaga Jadi Kopi Terbaik Nusantara

Kualitas dan cita rasa kopi Pelaga rupanya tidak kalah nikmat dengan kopi lokal lainnya yang lebih dulu tersohor, seperti kopi Gayo dan kopi Toraja.

Istimewa
Dukungan Tim pelaksana pengabdian masyarakat IPBI untuk menjadikan kopi Pelaga sebagai kopi terbaik Nusantara 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kualitas dan cita rasa kopi Pelaga rupanya tidak kalah nikmat dengan kopi lokal lainnya yang lebih dulu tersohor, seperti kopi Gayo dan kopi Toraja.

Hal inilah yang mendorong para petani kopi di Pelaga yang tergabung dalam kelompok tani kopi Giri Tani untuk mengembangkan potensi komoditas kopi di daerahnya.

Melalui pengalaman sebagai petani kopi selama hampir 30 tahun, pengetahuan tentang memanen dan memproses biji kopi para anggota kelompok tani kopi ini sudah tidak dapat diragukan lagi keahliannya.

Walaupun dalam proses pengolahan menjadi produk kopi bubuk masih dengan cara tradisional.

Kopi yang dipanen adalah biji kopi yang telah benar-benar masak yang ditandai dengan kulit buah yang berwarna merah.

Cara panen ini dikenal dengan istilah petik merah. Inilah yang menjadikan kualitas kopi Pelaga lebih berbobot.

Rayakan HUT RI, Pemuda Banyuwangi Nyalakan 7500 Lampu Minyak di Tepian Jalan

Tips Membuat Adonan Donat agar Bulat Sempurna ala Bakery Terkenal

Resmi Ditetapkan Tersangka Dugaan Gratifikasi, Kejagung Jelaskan Status Kepegawaian Jaksa Pinangki

Dataran tinggi Pelaga memang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman kopi. Produk unggulan pertanian di Pelaga ini, oleh kelompok dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) yang sekarang menjadi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) dijadikan andalan program pengabdian masyarakat untuk mewujudkan kopi Pelaga menjadi kopi terbaik Nusantara.

Program yang dinamai Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini didukung oleh dana hibah dari Kemenristekdikti (Ristek-Brin).

Program pengabdian ini berlangsung selama 3 tahun sejak 2019 sampai 2021, yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IPBI, Drs. I Wayan Pantiyasa, MM.

Dengan mengusung branding “Pelaga Agrotourism Park”, produk-produk pertanian di desa Pelaga ini diharapkan dapat mendukung dan mendorong pembentukan citra destinasi wisata yang berbasis agro, sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung.

Tanding Sepak Bola di Hari Kemerdekaan Berakhir Tragis, 23 Orang Tersambar Petir dan Tiga Meninggal

Tabrak Kapal & Lempar Botol Berisi Bensin, Nelayan Vietnam Tewas Ditembak Penjaga Pantai Malaysia

Warga Rusia Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI di KBRI Moskow

Pada pelaksanaan program pengabdian di tahun ke-2 ini, selain dilakukan pendampingan dalam hal teknis dan manajemen kepada kelompok tani kopi di desa Pelaga, juga diberikan bantuan berupa bahan dan peralatan packaging untuk meningkatkan performance produk kopi Pelaga dan pendapatan petani.

Langkah awal ini mudah-mudahan dapat diikuti oleh stakeholder lainnya dalam sebuah program kolaborasi yang berkelanjutan untuk menjadikan kopi Pelaga sebagai kopi terbaik Nusantara, dan sekaligus memperkuat citra desa Pelaga sebagai destinasi agrowisata berbasis masyarakat yang bernama “Pelaga Agrotourism Park”. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved