Breaking News:

Semiarta Kembali Mendekam Dibalik Jeruji Besi, Terlibat Kasus Pencurian Pada Awal Tahun 2020

Semiarta kembali melakukan tindak pidana pencurian, dan kini harus mendekam kembali dibalik dinginnya jeruji besi.

Istimewa
Barang Bukti - Kapolsek Kintamani, Kompol I Made Raka Sugita ketika menunjukkan barang bukti pencurian sepeda motor yang dilakukan I Nengah Semiarta. Selasa (18/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bebas dari kurungan penjara tahun 2019, nyatanya tak membuat I Nengah Semiarta jera.

Pria 28 tahun asal Desa Subaya, Kintamani itu kembali melakukan tindak pidana pencurian, dan kini harus mendekam kembali dibalik dinginnya jeruji besi.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, Selasa (18/8/2020) menjelaskan, ditangkapnya Semiarta lantaran terlibat kasus pencurian pada awal tahun 2020.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat ditemukannya satu unit sepeda motor Honda Beat DK 8711 SO di wilayah Desa Belancan, Kintamani, Bangli, Bali, pada Senin (12/8/2020) sekitar pukul 08.00 Wita.

Transfer Pemain, Cristiano Ronaldo Minta Juventus Datangkan Karim Benzema

Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Jembrana Melakukan Sidak, Temukan Obat Berbahaya

Promo Alfamart Hari Ini 19 Agustus 2020, Diskon Minyak Goreng, Cemilan Hingga Deterjen

“Tim Polsek Kintamani kemudian melakukan penyelidikan, dan diketahui sepeda motor itu merupakan barang curian yang berlokasi di Desa Rendang, Karangasem. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Hasil penyelidikan mengarah pada pelaku I Nengah Semiarta.

Polisi akhirnya melakukan upaya penangkapan, dan pada tanggal 17 Agustus pukul 20.00 Wita pelaku berhasil ditangkap di hutan wilayah Kintamani.

Semiarta ternyata telah beberapa kali melakukan tindakan pencurian sejak awal tahun 2020.

AKP Sulhadi mengatakan, dari hasil interogasi pelaku diketahui melakukan pencurian pada 6 Januari berupa sepeda motor Jupiter DK 7735 ET di wilayah Desa Kutuh, serta pencurian ayam.

Pada bulan yang sama, Semiarta juga melakukan pencurian di wilayah Desa Rendang, Karangasem berupa sepeda motor Beat DK 8711 SO.

“Ia juga mengakui pada tanggal 16 Agustus mencuri sepeda motor Vario tanpa plat di wilayah Karangasem. Seluruhnya ia curi dengan modus kunci nyantol,” ungkapnya.

AKP Sulhadi menambahkan, sebelumnya pelaku pernah dihukum lantaran terlibat kasus pencurian ayam, dan telah bebas pada tahun 2019 silam.

Terhadap kasus saat ini menjerat Semiarta, AKP Sulhadi mengatakan, pelaku diancam pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. (*).

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved