Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Belum Terlambat, Inilah 11 Tips Investasi untuk Anak Muda

Sebaiknya investasi dilakukan sedini mungkin. Akan tetapi, jangan khawatir jika Anda belum memulainya. Sebab, tidak ada kata terlambat untuk berinves

Tayang:
Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi investasi keuangan 

4. Jaga keseimbangan

Menurut Brown, sebagian besar keuntungan yang Anda peroleh dari berinvestasi akan ditentukan oleh alokasi aset dan kemampuan Anda untuk secara rutin menyeimbangkan instrumen investasi.

"Banyak orang terlalu fokus pada saham ini atau saham itu, hingga melupakan eksposur mereka pada kelas aset penting, seperti ekuitas, properti, fixed income, hingga dana tunai," jelas dia.

Valentino Rossi Terancam Start Buruk Lagi di MotoGP Styria 2020, Cuaca jadi Alasan The Doctor

5. Perhatikan biaya

"Meskipun sangat sulit untuk menjamin berapa banyak imbal hasil yang bisa Anda peroleh dalam portofolio investasi, satu hal yang bisa dikendalikan adalah biaya," ungkap pakar di Syfe.

Menurutnya, Anda harus menghindari layanan atau produk investasi berbiaya tinggi.

Sebab, produk ini tampak terjangkau di awal, namun sebenarnya membuat biaya menjadi besar seiring berjalan waktu.

"Sebaliknya, pilihlah solusi berbiaya rendah untuk memaksimalkan dampak imbal hasil (investasi) dalam jangka panjang," tuturnya.

6. Patuhi toleransi risiko

"Dalam hal risiko, aturan yang baik adalah Anda jangan sampai tidak bisa tidur gara-gara keputusan investasi Anda. Setiap individu memiliki risiko masing-masing dan penting bagi Anda untuk mempunyai portfolio (investasi) yang sesuai dengan toleransi risiko Anda," terang pakar dari Syfe.

Dengan mematuhi toleransi risiko, maka Anda dapat memastikan diri untuk tetap tenang selama periode yang kurang menguntungkan.

7. Jangka pendek atau jangka panjang?

Pakar di Syfe menyebut, berinvestasi dalam jangka panjang memungkinkan Anda memilih portfolio dengan risiko yang lebih tinggi.

Namun, jika Anda ingin berinvestasi dalam jangka pendek, maka pilihlah instrumen investasi berisiko rendah.

"Ini untuk memastikan Anda tidak rugi jikapun Anda harus menjual ketika pasar sedang tidak menguntungkan, " ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved