Sering Diabaikan Banyak Orang, Ini 7 Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Garam
Ketika tubuh mengalami kelebihan garam, sebenarnya ia mengirimkan sinyal berupa gangguan kesehatan, namun kamu sering mengabaikannya.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tribunners, apa Anda suka mengonsumsi makanan yang asin ?
Mungkin banyak orang yang suka mengonsumsi makanan asin.
Namun mengonsumsi makanan asin atau yang mengandung garam terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan Anda.
Dunia kesehatan sudah lama mengetahui bahwa konsumsi garam terlalu banyak bisa menyebabkan stroke dan penyakit jantung.
• Ini 7 Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan, Obati Iritasi Kulit hingga Kurangi Batuk Berdahak
• Konsisten Terapkan Prokes, WTCC Sematkan Stempel Safe Travels di 15 Bandara Angkasa Pura I
• Tak Semua Senyuman Berarti Positif, Senyum Bisa Menyebabkan Stres
Para ilmuwan juga menemukan bahwa pola makan garam berlebihan mempengaruhi kerja otak pada tikus, dan hal tersebut juga bisa berpengaruh sama pada manusia.
Costantino Ladecola, direktur Feil Family Brain and Mind Research Institute di Weill Cornell Medicine, New York (Amerika Serikat), mengatakan bahwa mereka sudah memberi tikus garam 8 sampai 16 kali dari kadar normal.
Menderita tekanan darah tinggi adalah tanda yang jelas bahwa kemungkinan besar selama ini pola makan kelebihan konsumsi garam.
Hipertensi bukanlah satu-satunya alasan untuk mengurangi asupan garam.
Ketika tubuh mengalami kelebihan garam, sebenarnya ia mengirimkan sinyal berupa gangguan kesehatan, namun kamu sering mengabaikannya.
Inilah 7 tanda-tanda tubuh kelebihan konsumsi garam.
1. Haus berlebihan
Jika kamu merasa haus harus berhati-hati.
Rasa haus bukan berarti kamu sedang lelah atau kurang cairan tubuh.
Hal ini dikarenakan garam mengandung sodium yang bisa mengacaukan keseimbangan cairan pada tubuh.
Dengan kondisi ini, kamu bisa mengalami haus yang berlebihan setelah makan.
2. Merasa kembung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-setelah-makan-langsung-tidur.jpg)