Breaking News:

12 Puskesmas di Bangli Diusulkan Jadi BLU

12 puskesmas di Kabupaten Bangli, Bali, diusulkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU)

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadinkes Bangli I Nengah Nadi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - 12 puskesmas di Kabupaten Bangli, Bali, diusulkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Upaya ini disebut-sebut sebagai langkah Pemda Bangli menjadikan tenaga pengabdi sebai tenaga kontrak daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nengah Nadi, Rabu (26/8/2020), mengatakan proses menjadikan seluruh puskesmas di Bangli menjadi BLU sudah dilakukan sejak tahun lalu. 

Kendati demikian, upaya ini terhalang pandemi Covid-19 yang merebak sejak bulan Maret 2020.

“Prosesnya sudah mulai dari tahun lalu. Mulai  pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga sosialisasi dengan puskesmas. Namun karena ada pandemi Covid-19 ini, kegiatannya agak tertunda. Sebab pendampingan yang dilakukan tidak bisa maksimal. Pun demikian rapat dan pertemuan juga dibatasi,” ucapnya.

Lantaran pembatasan pertemuan ini, anggaran yang sejatinya telah disediakan untuk pembentukan BLU ini akhirnya juga di-refocusing untuk penanganan Covid-19.

Walau demikian, Nadi menegaskan pihaknya akan berupaya mengusulkan kembali penganggaran kegiatan ini pada APBD Perubahan 2020.

“Anggarannya mencapai puluhan juta,” ujarnya.

Dilain sisi, pihaknya juga mengatakan upaya menjadikan seluruh puskesmas di Bangli menjadi BLU, tidak lain untuk mengangkat para pengabdi puskesmas sebagai tenaga kontrak.

Ini merupakan satu-satunya cara merealisasikan rencana Bupati Bangli yang sudah diwacanakan sejak lama.

“Kalau langsung diangkat sebagai tenaga kontrak daerah kan dari segi aturan tidak boleh. Namun jika puskesmas menjadi BLU, maka tenaga pengabdi itu bisa diangkat sebagai tenaga kontrak puskesmas,” terangnya.

Nadi menyebut total tenaga pengabdi puskesmas di Bangli berjumlah 118 orang.

Seluruhnya tidak mendapatkan gaji pokok, hanya mendapatkan uang transport saat pelayanan posyandu, maupun jasa pelayanan.

“Seluruhnya puskesmas yang mengatur sesuai dengan kemampuan puskesmas, dan nominalnya pun tidak besar. Mudah-mudahan tahun depan 12 puskesmas di Bangli sudah bisa BLU, sehingga tenaga pengabdi di puskesmas bisa diangkat menjadi tenaga kontrak di puskesmas,” tandasnya.

(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved