Prof Suryani, Susi Pujiastuti, dan 73 Anak Bangsa Lainnya Jadi Ikon Prestasi Pancasila
Ibu dr Luh Ketut Suryani dari Suryani Institute for Mental Health mendapat penghargaan karena kontribusi besarnya dalam mewujudkan perdamaian dan
TRIBUN-BALI.COM - Prof. Dr Luh Ketut Suryani SpKJ (K) dari Suryani Institute for Mental Health mendapat penghargaan Ikon Prestasi Pancasila, karena kontribusi besarnya dalam mewujudkan perdamaian dan kerukunan umat beragama di Tanah Air.
Dari 5 kategori, Prof. Suryani merupakan satu diantara 75 orang anak bangsa lainnya yang terpilih menerima penghargaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-75 itu.
Prof Suryani termasuk dalam Kategori Social Entrepreneur bersama 17 orang lainnya, termasuk mantan menteri Susi Pujiastuti, sejumlah wiraswasta dan inspirator.
Beliau merupakan psikiater senior yang masih aktif hingga saat ini.
Selama kurang lebih 15 tahun Prof. Suryani mendedikasikan diri untuk aktif menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bali.
• Prof Suryani Latih Lansia Meditasi dan Berhias: Punya Masalah, Teriakkan di Sini!
Selain itu, Prof Suryani kerap memberikan pelatihan meditasi untuk lansia yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu di Wantilan DPRB Bali di Denpasar.
Sebelum pelatihan merias diri, lansia terlebih dahulu mengikuti senam, meditasi dan diskusi yang difasilitasi oleh Prof Dr LK Suryani yang merupakan Ketua sekaligus Pendiri Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) Bali.
Seharusnya, tanda penghargaan diserahkan langsung di Jakarta seperti tahun sebelumnya, namun karena pandemi virus corona atau Covid-19, akhirnya dikirim langsung kepada penerima.
"Sabtu tanggal 29 Agustus rencananya akan ada webinar dengan Presiden dan para penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila. Sebelumnya saya menerima selempang dan tanda penghargaan, serta mengirimkan foto ke istana," ungkap Prof Suryani ketika dihubungi Tribun Bali, Kamis (28/8/2020).
Selama ini Prof Suryani aktif membantu aktivitas orang-orang yang membutuhkan, seperti lansia agar mereka tetap sehat dan bahagia di masa tua.
"Harapan saya ke depan, bisakah kita melahirkan anak-anak berkualitas, memberikan pengetahuan pada remaja yang merupakan calon pencetak generasi sehingga anak-anak yang dilahirkan berkualitas," ungkapnya.
Penerima penghargaan diumumkan pada Minggu (16/8/2020) lalu, berdasarkan surat yang ditandatangani Kepala BPIP, Yudian Wahyudi.
Sebelum itu, BPIP menerima usulan nominasi calon penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 dari berbagai pihak.
Pihak BPIP kemudian melakukan tracking terkait aktivitas mereka, termasuk menggunakan instrumen pemberitaan.
Setelah itu, penerima penghargaan diminta mengirimkan foto-foto kegiatan dan riwayat hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/prof-dr-lk-suryani.jpg)