Breaking News:

Ngopi Santai

Takut dan Cinta Tak Mungkin Hidup Bersama

Menurut Kübler-Ross, hanya ada dua emosi primer yang menjadi sumber emosi-emosi lain pada manusia, yaitu Takut & Cinta,

Penulis: Sunarko | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi., 

TRIBUN-BALI.COM - Lebih dua tahun lalu, kawan saya mas Afzan menulis tentang hal yang berkenaan dengan Cinta & Takut di sebuah grup WhatsApp (WA) yang saya ikuti.

Saya terkesan betul dengan tulisannya itu, sehingga demikian membekas di pikiran. Pagi ini, entah mengapa, saya teringat tulisannya.

Mas Afzan menyebut, dalam tulisannya, seorang perempuan psikiater bernama Elisabeth Kübler-Ross.

Kubler-Ross kondang dengan teorinya tentang 5 Stages of Grief (Lima Fase Kesedihan), dan juga penelitiannya mengenai "Near-Death Experience/NDE" (Pengalaman Mendekati Ajal), yang didokumentasikan dalam buku fenomenalnya On Death & Dying (Tentang Kematian & Sekarat) tahun 1969.

Kübler-Ross kemudian dikenal sebagai pelopor dalam studi tentang NDE. Salah-satu psikiater-ilmuwan yang mempengaruhi pemikirannya adalah Viktor E. Frankl, pencetus logoterapi (terapi berbasis kebermaknaan hidup), serta tokoh spiritual Mahatma Gandhi.

Pada Perang Dunia II, Viktor E. Frankl pernah menjadi tawanan di kamp konsentrasi Nazi selama tiga tahun, dan dia berhasil survive.

Sedangkan Kubler-Ross pernah menjadi relawan bagi pengungsi pada Perang Dunia II, dan kemudian sempat mengunjungi kamp konsentrasi Nazi di Maidanek (Polandia).

Dari situ mulai terpantik minat besar Kubler-Ross terhadap kekuatan welas asih (compassion) dan ketangguhan semangat hidup para tawanan kamp konsentrasi yang berhasil tetap hidup dan selamat (survivor) hingga kekalahan Nazi, yang mengakhiri Perang Dunia II.

Padahal, kekejaman dan kebrutalan di kamp-kamp konsentrasi Nazi sungguh luar biasa dan tak terbayangkan sebelumnya, sekalipun oleh imajinasi liar manusia.

Seperti dikutip mas Afzan, Kubler-Ross, psikiater Amerika kelahiran Swiss, mengatakan begini:

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved