Jaring Bibit Atlet Berbakat, Desa Pemecutan Kaja Denpasar Bentuk Klub Menembak dan Panahan
Sejumlah tokoh masyarakat Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali, membentuk klub olahraga menembak dan panahan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah tokoh masyarakat Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali, membentuk klub olahraga menembak dan panahan.
Ketua Pemecutan Kaja Shooting Club, Ida Bagus Sudiartha mengatakan tujuan klub ini memberikan wadah kegiatan positif bagi anak-anak usia muda.
"Kami mencari bibit-bibit, khususnya penembak dari tingkat SD, SMP, biar betul-betul ada bibit dari desa kami dan bisa berprestasi ke depannya,” kata Gus Sudiartha kepada Tribun Bali, Minggu (30/8/2020).
Pria yang kini juga menjabat sebagai Plt Perbekel Pemecutan Kaja menjelaskan, Desa Pemecutan Kaja sendiri terdiri 15 banjar adat dan 13 banjar dinas.
Adapun atlet yang direkrut sebagian berasal dari warga Desa Pemecutan Kaja dan memang atlet Kota Denpasar.
Ia menyebut, terbentuknya Shooting Club Pemecutan Kaja merupakan dukungan tokoh-tokoh masyarakat desa setempat, salah satunya anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Sumardika.
"Masyarakat Pemecutan Kaja sangat antusias dengan keberadaan shooting club ini dan sangat ingin ikut bergabung," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Klub Arrow Archery Club, Armunanto, mengatakan, klub panahan ini awalnya didirikan karena keinginannya membesarkan cabang olahraga (cabor) panahan di Denpasar.
Disamping itu, adalah keinginan menampung anak-anak yang ingin berprestasi di olahraga panahan.
“Kebetulan kemarin belum membentuk club. Begitu ada anjuran dari Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) Provinsi untuk membentuk klub, kami kemudian memberanikan diri membentuk Arrow Archery Club,” terangnya.
Armunanto menerangkan, klub ini sudah didirikan sejak Januari 2019.
Di saat yang bersamaan, kendala yang dihadapi dalam mengembangkan olahraga panahan ini adalah terkait tempat latihan.
Saat itu, pihaknya merasa kesulitan mencari tempat karena harus memperhatikan SOP (Standar Operasional Prosedur) tentang safety karena olahraga ini menggunakan senjata tajam.
“Jadi seharusnya mengutamakan keamanan. Bersyukur dari aparat Desa Pemecutan Kaja menyediakan tempat latihan ini,” bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-latihan-di-klub-arrow-archery-club-desa-pemecutan-kaja-denpasar.jpg)