Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pemerintah Pusat Berikan Rp. 500 Ribu Bagi 2.345 Penerima BPNT di Bangli

Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bakal menerima tambahan bantuan dari pemerintah pusat berupa uang tunai.

Tayang:
Istimewa
Pencairan BST Tahap Kedua di Kantor Pos Bangli akhir Agustus lalu 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Tak hanya bantuan sembako, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bakal menerima tambahan bantuan dari pemerintah pusat berupa uang tunai.

Sesuai jadwal, pencairan uang tersebut akan berlangsung pada awal bulan September ini.

Kepala Dinas Sosial Bangli, I Wayan Karmawan, Selasa (1/9/2020) mengungkapkan bantuan uang tunai tersebut diberikan pada penerima BPNT murni sebanyak 2.345 keluarga penerima manfaat (KPM).

Dimana nominal yang diterima masing-masing KPM sebesar Rp. 500 ribu.

Apakah Keluarga Anda Ibarat Orkes Simfoni atau Orkes Sumbang? Ketahui Hal Berikut Ini

Pohon Kepuh di Depan Pura Prajapati Serangan Terbakar, Masyarakat Padamkan Pakai Selang

Eks Timnas Irak Brwa Nouri Gabung Latihan Bali United, Siap Main di AFC dan Liga 1 Indonesia

“Jumlah tersebut diberikan satu kali. Sesuai informasi, jadwal pencairannya berlangsung pada awal bulan September ini,” ujarnya didampingi Kasi Pendataan, Kelembagaan, dan Kemitraan Dinsos Bangli, Neneng Setiawati.

Lanjut Karmawan, bantuan Rp. 500 ribu ini akan langsung ditransfer pada rekening masing-masing KPM.

Sedangkan pencairannya bisa dilakukan di ATM-ATM Himpunan Bank Negara (Himbara).

“Jadi ini merupakan uang cash, makanya dicairkan di ATM bukan lagi di e-warong,” imbuhnya.

Dilain sisi, Karmawan mengatakan, jika Kementerian Sosial telah menambah nominal bagi para penerima BPNT.

Dari semula Rp. 110 ribu per bulan pada tahun 2019, menjadi Rp.150 ribu per bulan pada Januari 2020.

“Karena adanya Covid-19 ini, pada bulan Maret pemerintah berupaya memberikan tambahan pada para penerima BPNT. Dari semula Rp. 150 ribu per bulan menjadi Rp. 200 ribu per bulan,” sebutnya.

Nominal Rp. 200 ribu per bulan ini berlaku hingga Desember 2020.

Seluruhnya dibelanjakan pada e-warong untuk kebutuhan sembako masyarakat.

Kata Karmawan, komponen food item yang bisa dibeli berupa karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta sumber vitamin dan mineral.

“Khususnya di wilayah Bangli kebanyakan penerima BPNT hanya membeli beras dan telur. Sedangkan komponen lain seperti buah dan sayuran, rata-rata dari masyarakat sudah memiliki buah dan sayur sendiri,” ucap dia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved