Breaking News:

Tarif Listrik Turun

Surati PLN, Kementerian ESDM Turunkan Tarif Listrik untuk Pelanggan Tegangan Rendah Non Subsidi

Untuk pelanggan tegangan rendah tarifnya ditetapkan Rp 1.444,70 per kWh atau turun sebesar Rp 22,5 per kWh dari periode sebelumnya, yaitu Rp 1.467

Tribunnews.com/Instagram @pln_id
ilustrasi - Surati PLN, Kementerian ESDM Turunkan Tarif Listrik untuk Pelanggan Tegangan Rendah Non Subsidi 

TRIBUN-BALI.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah menetapkan penyesuaian Tarif Listrik atau Tariff Adjustment periode Oktober – Desember 2020 untuk tujuh golongan pelanggan non subsidi.

Hal ini termuat dalam Surat Menteri ESDM kepada Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tanggal 31 Agustus 2020.

Untuk pelanggan tegangan rendah tarifnya ditetapkan Rp 1.444,70 per kWh atau turun sebesar Rp 22,5 per kWh dari periode sebelumnya, yaitu Rp 1.467 per kWh.

 Sedangkan untuk pelanggan tegangan menengah dan tegangan tinggi tarifnya tetap, yakni sama dengan perhitungan besaran tarif tenaga listrik periode Juli – September 2020.

Tiba di Kroasia, Pelatih Shin Tae-yong Langsung Beri Materi Latihan Khusus ke Pemain Timnas U-19

BREAKING NEWS: Sejumlah Peserta Ditemukan Reaktif saat di-Rapid Test pada SKB CPNS Hari Pertama

Lawan PDIP, AHY Serahkan Rekomendasi Demokrat ke Pasangan AMERTA di Pilkada Denpasar

Adapun khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352 per kWh.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PLN sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi seperti kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan harga patokan batubara (HPB) yang dihitung secara tiga bulanan—untuk periode kuartal-IV menggunakan realisasi Mei sampai  Juli 2020—maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik.

Sebagai catatan, pada bulan Mei sampai Juli 2020, terdapat perubahan parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan dengan realisasi kurs sebesar Rp 14.561,52 per dollar AS, ICP sebesar US$ 34,33 per barrel, tingkat inflasi sebesar 0,05%, dan HPB sebesar Rp 666,72 per kilogram.

Berdasarkan perubahan empat parameter tersebut, tarif tenaga listrik untuk pelanggan non subsidi tegangan rendah akan dilakukan penyesuaian atau diturunkan.

Sedangkan untuk pelanggan non subsidi tegangan menengah dan tegangan tinggi tetap mengacu tarif periode sebelumnya Juli – September 2020.

Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan melihat kondisi saat ini dan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi, serta tetap mendukung daya saing pelanggan bisnis dan industri.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved