Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bulan Purnama Malam Ini Hanya Terjadi 3 Tahun Sekali, Begini Penjelasan Astronom

Sebaliknya ia ( bulan purnama di awal bulan) akan kembali terjadi pada awal September 2023

Editor: Kambali
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi bulan Purnama (Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Fenomena Bulan purnama umumnya terjadi di sekitar tanggal pertengahan bulan.

Namun, untuk bulan September ini, fenomena Bulan purnama justru terjadi di awal bulan.

Dilansir dari Live Science, Selasa (1/9/2020), fenomena Bulan purnama di awal bulan ini hanya terjadi setiap tiga tahun sekali.

Pada September 2021 maupun 2022 mendatang, Bulan purnama akan terjadi di pertengahan bulan.

"Sebaliknya ia ( bulan purnama di awal bulan) akan kembali terjadi pada awal September 2023," kata Astronom Amatir Marufin Sudibyo kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2020).

Purnama Katiga, Sucikan Diri Lahir Batin, Hari Baik untuk Bersedekah

Marufin berkata bahwa berulangnya fenomena bulan purnama di awal bulan setiap tiga tahun sekali ini disebabkan oleh adanya perbedaan durasi kalender Gregorian dengan kalender Bulan.

Untuk diketahui, kalender Gregorian atau biasa juga disebut dengan kalender Gregorius merupakan kalender yang paling banyak dipakai di dunia barat. Kalender ini berbasis pada periode tropis Matahari.

Nah, periode tropis Matahari ini adalah rentang waktu yang dibutuhkan Matahari untuk bergerak dari sebuah titik Aries (vernal ekuinoks) menuju titik Aries berikutnya yang bersebelahan.

"Derivasinya ke dalam kalender menghasilkan durasi 365 hari atau 366 bila kabisat," ujarnya.

Rekomendasi Saat Purnama, Hanura Tinggalkan MASSKER, Balik Arah ke Dana-Artha di Pilkada Karangasem

Purnama Karo, Saat Purnama Disebut Hari Baik untuk Berdana Punia, Kenapa?

Sebaliknya, dalam kalender bulan, basisnya adalah periode sinodik Bulan.

Ini dimaksukan sebagai rentang waktu yang dibutuhkan Bulan untuk bergerak dari sebuah titik konjungsi ke titik konjungsi berikutnya yang bersebelahan.

"Periode sinodik itu rata-rata 29,5 hari," kata dia.

Sehingga, derivasinya dalam kalender Hijriyah akan menghasilkan durasi 354 hari atau 355 hari bila kabisat.

Warung Sembako di Jalan Pantai Purnama Gianyar Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 10 Juta

Beberapa Fenomena Alam Akan Terjadi Minggu Ini: Mulai Konjungsi Planet sampai Purnama Strawberry

Maka, tahun hijriyah selalu lebih cepat 10-11 hari dibanding tahun Gregorian.

Lebih spesifik lagi, 36 bulan kalender Gregorian relatif setara dengan 37 bulan kalender hijriyah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved