Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gudang Distributor Makanan dan Minuman Sukanda Djaya di By Pass Ngurah Rai Kebakaran, Ini Kata BPBD

Sebuah gudang milik perusahaan distribusi berbagai jenis makanan dan minuman PT. Sukanda Djaya (Diamond) mengalami kebakaran

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
Dok istimewa
Petugas Damkar BPBD Kota Denpasar saat menangani kebakaran Gudang milik PT. Sukanda Djaya di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Jumat (4/9/2020). Dok. BPBD Kota Denpasar. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah gudang milik perusahaan distribusi berbagai jenis makanan dan minuman PT. Sukanda Djaya (Diamond) mengalami kebakaran pada Jumat (4/9/2020) sore.

Kebakaran berhasil ditangani setengah jam kemudian oleh regu pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar yang mengarah ke lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan dari warga yang mengetahui munculnya titik api dan kepulan asap.

Tampak api menghanguskan tumpukan kardus-kardus dari produk susu segar Fresh Milk yang berada dalam gudang yang terbakar tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa menyebut, akibat kebakaran ini kerugian pemilik ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Terjadi kebakaran gudang milik PT. Sukanda Djaya sekitar pukul 14.29 Wita, saat ini telah berhasil ditangani Regu Unit Damkar. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah," kata Joni kepada Tribun Bali.

Joni mengatakan, belum mengetahui pasti penyebab terbakarnya gudang seluas sekira 5 x 5 meter persegi yang terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai tidak jauh dari Kantor dan Asrama Praja Raksaka Kodam IX/Udayana, Denpasar, Bali itu.

Disinggung terkait korban akibat kebakaran itu, Joni memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa itu.

"Nihil korban jiwa maupun luka," ujarnya.

PT. Sukanda Djaya merupakan distributor makanan dan minuman impor dari luar negeri negara Jepang, Italia, Perancis, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru hingga Norwegia untuk men-supplay bahan resto-resto ternama. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved