Breaking News:

Pilkada Serrntak

Diatmika-Muntra Tak Dapat Rekomendasi DPP Golkar, Kader Golkar di 57 Desa se-Badung Mundur Massal

Tensi Internal Golkar di Pilkada Badung 2020 semakin memanas. Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan duet Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa

Tribun Bali/Ragil Armando
Perwakilan kader Golkar se-Badung mendatangi Sekretariat DPD I Golkar Bali, Denpasar, Senin (7/9/2020). Kedatangan para kader yang rata-rata para pengurus desa (PD) Golkar se-Badung tersebut untuk mengundurkan diri dari kepengurusan Golkar di berbagai tingkatan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Tensi Internal Golkar di Pilkada Badung 2020 semakin memanas.

Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan duet Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (GIRIASA) di pesta demokrasi lima tahunan tersebut menuai reaksi keras para kader akar rumput partai tersebut.

Ini seperti yang terjadi saat perwakilan kader Golkar se-Badung mendatangi Sekretariat DPD I Golkar Bali, Denpasar, Senin (7/9/2020).

Kedatangan para kader yang rata-rata para pengurus desa (PD) Golkar se-Badung tersebut untuk mengundurkan diri dari kepengurusan Golkar di berbagai tingkatan.

Sekitar pukul 10.30 Wita, mereka datang dan ditemui oleh Sekretaris DPD I Golkar Bali, Made Dauhwijana, Wakil Ketua DPD I Golkar Bali, Komang Suarsana alias Mang Kos, dan beberapa pengurus Golkar Bali lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, para kader yang diwakili oleh Koordinator PD Golkar se-Badung Wayan Sumantra Karang menyatakan enam sikap keberatan kepada Golkar.

KPK Didesak Panggil Kejagung dan Polri Gelar Perkara Kasus Djoko Tjandra

Jerinx Tolak Sidang Online, Minta Tatap Muka

Tak Ada Turis, Mantan Guide dan Driver Ini Banting Stir Jualan Sate Keliling di Denpasar dan Gianyar

Pertama, Partai Golkar tidak sesuai dengan mandat dan arahan Munas pada tanggal 4 Desember 2019 lalu di mana memprioritaskan dan memberikan ruang penuh kepada kader yang ingin maju pada perhelatan Pilkada.

Kedua, Partai Golkar tidak menghormati mekanisme internal partai, terbukti dengan pemberian rekomendasi di Pilkada Badung 2020 tidak melalui prosedur oleh Partai Golkar dan Koalisi.

Ketiga, mengabaikan aspirasi kader di bawah sehingga kader merasa tidak dihargai.

Padahal pada realitas politik pada Pilkada 2015 lalu, Partai Golkar mendukung pasangan yang diusung oleh PDIP hasilnya tidak mendapat manfaat apapun.

Halaman
1234
Penulis: Ragil Armando
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved