Pilkada Serentak
Jelang Pencoblosan, PDIP Bali Mulai Gembleng Saksi Pilkada, Protokol Kesehatan Jadi Materi Utama
mereka menggelar berbagai pelatihan untuk para pelatih atau training of trainers (ToT) yang ada di setiap DPC se-Bali yang akan melaksanakan Pilkada
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Soal prokes, seperti yang dia katakan, hal ini menjadi penekanan dalam pelaksanaan tugas saksi dalam pilkada kali ini. Mengingat pilkada yang berlangsung di masa pandemi.
“Ini memang agak beda. Dan ini (prokes) jadi penekanan. Kuncinya kan ada tiga hal. Pakai masker, jaga jarak fisik, dan cuci tangan atau pakai hand sanitizer,” tukasnya.
Meski demikian, penerapan prokes ini yakin akan dilakukan dengan baik oleh para saksi yang disiapkan pihaknya. Terlebih suasana pemilihan saat pilkada dengan pileg jauh berbeda.
“Kalau pileg satu partai kerahkan satu saksi. Jadi kalau ada 20 partai, ada 20 saksi. Kalau di pilkada saya rasa jaga jarak fisik dan lain-lainnya bisa diterapkan dengan baik. Jumlah saksi yang dikerahkan juga sedikit. Disesuaikan dengan jumlah pasangan calon yang ada. Tidak sekrodit waktu pileg,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pdi-perjuangan_20170723_143946.jpg)