Pilkada Serentak
Jelang Pencoblosan, PDIP Bali Mulai Gembleng Saksi Pilkada, Protokol Kesehatan Jadi Materi Utama
mereka menggelar berbagai pelatihan untuk para pelatih atau training of trainers (ToT) yang ada di setiap DPC se-Bali yang akan melaksanakan Pilkada
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPD PDIP Bali sudah mulai pasang kuda-kuda menyiapkan diri menghadapi Pilkada Serentak 2020.
Mereka, menyiapkan saksi-saksi untuk mengawal perolehan suara dari enam pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dijagokan di enam kabupaten/kota.
Untuk itu, mereka menggelar berbagai pelatihan untuk para pelatih atau training of trainers (ToT) yang ada di setiap DPC se-Bali yang akan melaksanakan Pilkada.
Pelatihan tersebut sendiri sudah digelar sejak 5-6 September 2020 lalu.
• Bakal Menetap Lama di Yogyakarta, Pelatih Bali United Teco Ingin Bawa Keluarga
• Lowongan kerja Bank Indonesia untuk Jenjang Pendidikan S1 dan S2, Ini Sejumlah Persyaratannya
• Viral Video Harimau Kurus & Berperut Kempis di Kebun Binatang Lamongan Jatim, Begini Kata Pengelola
Menariknya, penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi salah satu penekanan dan materi utama di pelatihan tersebut.
Pasalnya, untuk pertama kalinya proses pelaksanaan pilkada kali ini berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19.
Pelatihan itu sendiri diikuti oleh enam DPC di tingkat kabupaten/kota, satu DPC mengerahkan 20 orang peserta.
“Itu jadi penekanan dalam ToT kemarin. Makanya sebelum ToT digelar, paginya dilakukan rapid test.
Kebetulan hari pertama ditemukan ada tiga peserta yang reaktif, kami langsung pulangkan. Hari kedua ada dua orang. Kami pulangkan juga,” jelas Sekretaris BSPN DPD PDIP Bali, Dewa Made Mahayadnya, Selasa (8/9/2020).
Nantinya, para pelatih ini usai mendapatkan pelatihan akan disebar untuk melatih para saksi PDIP di enam Pilkada tersebut yang berjumlah sebanyak 32 ribu lebih saksi.
“Mereka inilah yang nanti melatih saksi-saksi di tingkat kecamatan dan desa-desa. Seluruh Bali, kami memiliki 32 ribu lebih saksi. Tapi kami belum hitung ulang berapa yang akan dikerahkan saat pilkada nanti. Karena ada tiga kabupaten yang tidak melaksanakan pilkada di tahun ini,” jelas politisi yang akrab disapa Dewa Jack ini.
Para pelatih ini nantinya akan memberikan pelatihan kepada saksi-saksi di tingkat kecamatan dan desa-desa setelah jumlah TPS ditetapkan nantinya.
Untuk di Kabupaten Badung yang akan melawan kotak kosong akan mengerahkan saksi juga.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali ini menjelaskan, sesuai ketentuan saksi harus ada dalam setiap pelaksanaan pemilihan.
• KPU Akui Tak Bisa Diskualifikasi Bakal Paslon yang Picu Kerumunan Massa, Begini Kata Raka Sandi
• Polisi Bubarkan Arena Sabung Ayam di Karangasem
• KABAR DUKA, Mantan Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl Meninggal Dunia
“Sesuai ketentuan ya. Karena saksi ini juga punya tugas menyaksikan penyelenggaraan pilkada oleh penyelenggara berjalan sesuai aturan. Sesuai PKPU,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pdi-perjuangan_20170723_143946.jpg)