Jerman Jadi Negara Paling Aman dari Pandemi Covid-19, Indonesia Peringkat berapa?
Lembaga riset pengetahuan dan teknologi global Deep Knowledge Group merilis daftar negara paling aman dari pandemi Covid-19.
TRIBUN-BALI.COM - Pandemi virus corona atau Covid-19 telah menjangkiti hampir seluruh negara di dunia sepanjang tahun 2020 ini.
Lembaga riset pengetahuan dan teknologi global Deep Knowledge Group merilis daftar negara paling aman dari pandemi Covid-19.
Peringkat disusun berdasarkan data pakar medis dan ahli statistik dengan menggunakan 140 parameter.
Ada 250 negara yang diamati cara mereka menangani pandemi virus corona. Masing-masing negara diberikan skor untuk menentukan peringkat.
• Menaker Sebut Bantuan Subsidi Gaji Sudah Diberikan kepada 3,69 Juta Pekerja
• Jelang Pencoblosan, PDIP Bali Mulai Gembleng Saksi Pilkada, Protokol Kesehatan Jadi Materi Utama
• Stefano Cugurra Teco Punya Pengalaman di NBA, Basket Bali United Tiru Tim Dunia
Jerman berada di peringkat pertama negara yang paling aman dari pandemi Covid-19 dengan skor akhir 762,24.
Sementara Australia berada di peringkat keenam dan Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam peringkat 10 besar daftar negara paling aman dari Covid-19.
Skor yang diberikan tidak hanya melihat seberapa banyak penularan dan kematian yang terjadi.
Namun lembaga yang pertama kali mengeluarkan peringkat daftar negara paling aman dari Covid-19 di bulan Juni lalu juga menilai sejumlah faktor, seperti kesiapan layanan kesehatan, tanggapan dari pemerintah, kesiapan menghadapai gawat darurat, termasuk aspek ekonomi.
Peringkat Indonesia termasuk rendah di Asia Tenggara
Sementara itu Indonesia berada di peringkat ke 79 dengan skor 478.46, dimana kategori pengawasan dan deteksi, persiapan layanan kesehatan, dan kesiapan menghadapi gawat darurat yang bahkan jauh tertinggal dari negara Rwanda dan Mexico.
Di kawasan Asia Tenggara, Filipina masih dianggap tidak aman dibandingkan Indonesia, yakni di posisi 101 dan Laos yang berada di peringkat 143, Myanmar di peringkat 146, dan Kamboja di posisi ke 165.
Sudah enam bulan sejak kasus pertama virus corona diumumkan di Indonesia dan data dari John Jopkins University di Amerika Serikat hingga Senin siang (7/9/2020) menunjukkan lebih dari 190 ribu orang di Indonesia tertular virus corona dan lebih dari 8.000 orang meninggal dunia saat pandemi Covid-19.
Para pakar dan praktisi kesehatan di Indonesia telah mendesak agar Pemerintah Indonesia lebih memfokuskan pada peningkatan kapasitas tes, pelacakan, serta pengelolaan isolasi yang baik.
Pemerintah juga telah diminta untuk mengeluarkan kebijakan yang tegas untuk membatasi pergerakan warga, bukannya kebijakan yang malah "kontradiktif" dengan upaya pemutusan rantai penularan virus corona, seperti yang dijelaskan Dr Windhu Purnomo, epidemiolog dari Universitas Airlangga.
"Paling tidak kalau nggak mampu lockdown ya sudah, sekarang tetap tracing, testing dan isolating harus selalu dilakukan dan masif. Ini strategi utama yang tidak bisa ditinggalkan, plus pendisiplinan warga," ujar Windhu kepada ABC Indonesia.
• Khofifah Beri Sanksi Bupati Jember Tak Terima Gaji, Tunjangan, & Honor Selama 6 Bulan, Ini Alasannya
• Hindari 7 Tanda Toxic Ini dari Pribadi Anda, Mulai Membenahi Diri
• Selamat Jalan Alfred Riedl, Jasamu untuk Timnas Indonesia Tak Terlupakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-update-covid-19-di-bali15-agustus-2020.jpg)