8 Orang Pendaki di Bukit Adeng Tabanan Tersesat, Kejadian Kedua Kali Pekan Ini
Sebanyak 8 orang kembali ditemukan tersesat di Puncak Bukit Adeng, Banjar Batulumbang
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Sebanyak 8 orang kembali ditemukan tersesat di Puncak Bukit Adeng, Banjar Munduk Lumbang, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, Rabu (9/9/2020) dinihari.
Beruntungnya tim gabungan dari unsur TRC BPBD Tabanan, Basarnas, SAR Radio 115, Sabhara Polda Bali, Polri dan TNI dan masyarakat sekitar berhasil menemukan mereka dalam keadaan sehat dan selamat.
Menurut informasi yang diperoleh, rombongan pendaki yang terdiri dari 3 pria dan 5 wanita ini awalnya naik ke puncak sekitar pukul 11.00 Wita, Selasa (8/9/2020).
Namun, ketika akan turun bukit rombongan tersebut justru tak tahu arah dan kemudian salah satu pendaki awalnya menghubungi kantor BPBD Tabanan dan menyampaikan bahwa rombongan pendaki berjumlah 8 orang mengalami tersesat di atas Puncak Bukit Adeng, Rabu dinihari.
• 5 Zodiak Ini Dikenal Romantis Meski Hanya Teman, Suka Hubungan Friendzone
• 6 Orang Pendaki Tersesat di Puncak Bukit Adeng Tabanan Ditemukan Selamat
• Ini Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 9 September 2020, Ada Tayangan Film Gulat Benjang Pamungkas
Selanjutnya, pihak terkait langsung menyampaikan ke pihak Desa setempat dan kemudian berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melaksanakan pencarian.
Sekitar pukul 03.30 Wita, tim gabungan dari unsur BPBD Tabanan, Basarnas Provinsi Bali, SAR Polda Bali, Polsek Baturiti, Koramil Baturiti, Perbekel Angseri, Kepala Wilayah Munduk Lumbang, Pecalang, dan warga masyarakat Munduk Lumbang melakukan pencarian.
Sekitar dua jam pencarian atau sekitar pukul 05.30 Wita rombongan Pendaki tersesat yang berjumlah 8 orang di temukan di Puncak Bukit Adeng posisi sebelah timur tepatnya di Banjar/Desa Angseri, Kecamatan Baturiti dalam keadaan sehat dan lengkap.
"Awalnya mendaki Selasa siang sekitar pukul 11.00 Wita. Tapi saat turun mereka justru tersesat dan salah satu pendaki sempat menghubungi kemudian dilakukan pencarian oleh tim gabungan," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Putu Trisna Widyatmika, Rabu (9/9/2020).
Trisna melanjutkan, rombongan tersebut tersesat kemungkinan karena tak mengetahui medan jalur puncak tersebut dan juga rombongan pendaki ini tak minta izin atau melapor ke kepala wilayah setempat.
Padahal, siapapun yang akan mendaki ke suatu puncak/bukti/gunung seharusnya melapor terlebih dahulu.
"Bagi para pendaki seharusnya mencari izin terlebih dahulu, paling tidak melapor ke kepala wilayah setempat atau kantor desa dan Polsek Baturiti. Dan jika belum hafal medan sebaiknya mencari pemandu di wilayah setempat agar kejadian tak terulang lagi kedepannya," tegas Trisna.
Sementara itu, Kapolsek Baturiti, AKP Fachmi Hamdani menyatakan, sebagian besar rombongan pendaki kerap tak melapor saat hendak melakukan pendakian.
Minimal, harus lapor dulu akan mendaki ke kepala wilayah setempat atau Kantor Desa.
Hal ini bertujuan agar para pendaki diberikan arahan oleh wilayah setempat mengenai situasi dan kondisinya.
"Kalau setahu saya memang jarang sekali para pendaki melapor ke kepala wilayah setempat. Padahal itu sangat penting dilakukan agar ada koordinasi sehingga para pendaki mengetahui medan dan tak menyebabkan tersesat nantinya. Dan jika memang belum pernah mendaki sebaiknya menggunakan pemandu agar tak salah arah," tegasnya.
AKP Fachmi menyampaikan, setelah ditemukan para pendaki ini sudah diberikan pengarahan pembinaan.
Dan selanjutnya para pendaki sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
"Saat ini mereka sudah bersama keluarganya di rumah masing-masing," tandasnya.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rombongan-pendaki-sebanyak-8-orang-usai-ditemukan-setelah-tersesat.jpg)