Breaking News:

Museum Subak Gelar Seminar Permainan Tradisi Agraris, Ada 200 Jenis Permainan Tradisional di Bali

Dalam pembahasan permainan tradisi agraris tersebut ternyata terungkap di Bali ada sekitar 200-an permainan tradisional.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat pelaksanaan seminar terkait permainan dalam tradisi agraris di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Museum Subak bersama Dinas Kebudayaan mengundang beberapa pembicara untuk menggelar seminar dengan topik pembahasan terkait permainan dalam tradisi agraris di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (9/9/2020).

Dalam pembahasan permainan tradisi agraris tersebut ternyata terungkap di Bali ada sekitar 200-an permainan tradisional.

Namun saat ini Museum Subak sedang gencar melakukan pendataan permainan tradisional agraris tersebut.

Seminar ini menghadirkan 3 narasumber yakni seorang sastrawan Made Adnyana Ole, dua dosen Prodi Arkelogi Unud I Gusti Ngurah Tara Wiguna dan Wayan Suardiana.

Prestasi Hendro Wicaksono, WNI yang Sudah Jadi Profesor & Dosen Terbaik di Universitas Jacobs Jerman

Pasca Kalah Beruntun di Kroasia, Pelatih Shin Tae-yong Beri Materi Latihan Khusus Pemain Timnas U-19

Tips Melamar Pekerjaan yang Baik dari Ditjen Dikti Kemendikbud

Seminar yang berlangsung sekitar 3 jam itu turut mengundang dari kalangan seniman, guru, Penyuluh Bahasa Bali di Tabanan, Pokdarwis, dan subak.

"Ini merupakan seminar yang kita lakukan sebagai lanjutan kegiatan dari permainan tradisional megandu yang sebelumnya sempat di gelar di Museum Subak.

Artinya ini usaha kita untuk menggali lagi terkait permainan tradisional agraris," kata Kepala Museum Subak, Ida Ayu Pawitrani, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, banyak sekali permainan tradisional agraris yang belum diketahui.

Sehingga nantinya akan dilakukan pendataan ulang agar nantinya bisa menjadi bagian yang bisa dipelajari di Museum Subak.

Selain agar bisa dipelajari kedepannya, fungsi pendataan nantinya agar bisa didaftarkan menjadi warisan Budaya Tak Benda mengantisipasi diklaim oleh daerah lain.

"Kami juga berharap agar permainan tradisional ini kuat dengan didaftarkan menjadi Warisan Budaya tak Benda.

Sehingga permainan tradisional lainnya nanti tak sampai diklaim oleh daerah lain," jelasnya.

Selain sebagai bahan pelajaran dan tak diklaim daerah lain, kata dia, fungsi pendataan juga sekaligus untuk pelestarian.

Dimana data dari seorang seniman, ada 200 lebih permainan tradisional di Bali. Seluruhnya hampir mengacu permainan agraris.

Hotman Paris Jalankan Protokol Kesehatan, Tak Cukup Masker dan Face Shield, Telinga pun Ditutup

Setelah Dihajar Tuan Rumah Kroasia, Timnas U-19 Indonesia Fokus Jalani Recovery Training

Bawa Istri Orang 3 Jam, Bos Perusahaan Negara Dikenai Denda 1 Kambing, 20 Beras, 20 Kelapa

"Intinya kita data dulu, setelah data tersebut terkumpul barulah kita saring lagi dan dokumentasikan kemudian kita ajukan atau daftarkan menjadi warisan budaya tak benda nantinya," harapnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved