Prestasi Hendro Wicaksono, WNI yang Sudah Jadi Profesor & Dosen Terbaik di Universitas Jacobs Jerman
penghargaan tahunan tersebut diberikan oleh kampus kepada dosen yang memiliki prestasi luar biasa dalam proses pembelajaran.
TRIBUN-BALI.COM - Hendro Wicaksono telah mengukir prestasi hebat di Jerman.
Berusia muda, Hendro sudah menjadi profesor dan menerima penghargaan Dosen Terbaik, Teacher of the Year, dari Universitas Jacobs, Bremen, Jerman.
Dikutip Kemenlu.go,id, penghargaan tahunan tersebut diberikan oleh kampus kepada dosen yang memiliki prestasi luar biasa dalam proses pembelajaran.
Khusus dalam masa pandemic COVID-19, penilaian terhadap dosen juga dilakukan atas proses pembelajaran daring yang dilakukan.
• Pasca Kalah Beruntun di Kroasia, Pelatih Shin Tae-yong Beri Materi Latihan Khusus Pemain Timnas U-19
• Tips Melamar Pekerjaan yang Baik dari Ditjen Dikti Kemendikbud
• Tim Jatanras Polresta Denpasar Ringkus 2 Pelaku Pencurian, 2 HP & Sepeda Motor Jadi Bukti Kejahatan
Dalam sertifikat yang diterbitkan pada 1 September 2020 ini disebutkan bahwa Hendro Wicaksono berhasil menjadikan metode pembelajaran daring yang secara intrinsik memuaskan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.
Hendro Wicaksonojuga dinilai berhasil memberikan perkuliahan secara persuasif dan mendorong antusiasme tinggi para mahasiswa khususnya pada masa pembelajaran secara virtual.
Mengomentari hal ini, Hendro, yang memiliki gelar lengkap, Prof. Dr-Ing Hendro Wicaksono , menyebutkan di masa pandemi COVID-19 ini, transformasi digital berjalan semakin cepat.
Materi pembelajaran di internet pada dasarnya sangat mudah diakses oleh mahasiswa, baik dari sumber gratis maupun berbayar.
“Kita dengan mudah dapat mempelajari konsep-konsep dan teknologi baru lewat internet. Bahkan dengan konsep gamification dan virtual reality, kita dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran dengan fun. Tanpa ada pertemuan tatap muka dengan dosen, sepertinya semua ilmu yang dibutuhkan bisa kita dapat“, ujar Hendro Wicaksono.
Menurut Hendro Wicaksono, kondisi ini justru memberikan tantangan lebih besar bagi para dosen.
Seorang dosen tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai peramu dan pembawa ilmu.
Media seperti internet, game, VR, dan lain-lain hanyalah media perantara.
Ia tidak boleh hanya mengambil isi sebuah buku, artikel, atau video, sebagai materi ajar, tetapi harus meramu beberapa sumber, termasuk dari pengalaman dan sudut pandang pribadi.
Profesor di usia muda
Hendro Wicaksono memperoleh gelar Dr. -Ing. di bidang Teknologi Mesin dari Institut Teknologi Karlsruhe, Jerman.
• Setelah Dihajar Tuan Rumah Kroasia, Timnas U-19 Indonesia Fokus Jalani Recovery Training
• Bawa Istri Orang 3 Jam, Bos Perusahaan Negara Dikenai Denda 1 Kambing, 20 Beras, 20 Kelapa
• Ramalan Zodiak Karier 10 September 2020: Taurus Harus Fokus, Virgo Siap-siap Perubahan Tak Terduga!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hendro-wicaksono-dua-dari-kanan.jpg)