Breaking News:

Jelang Galungan Harga Daging Babi dan Ayam di Badung Meningkat

Menjelang perayaan Hari Raya Galungan sejumlah harga kebutuhan pokok di Badung mengalami kenaikan

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi salah satu peternakan di Klungkung belum lama ini. Turunnya populasi babi di Klungkung, diperkirakan tidak memengaruhi pasokan daging babi di pasaran saat hari raya Galungan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan sejumlah harga kebutuhan pokok di Badung mengalami kenaikan. Lonjakan harga dipicu karena permintaan yang tinggi menjelang perayaan keagamaan ini.

Bahkan dari catatan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan kabupaten Badung beberapa komoditi yang mengalami peningkatan yakni harga Daging Ayam dan Daging babi. Selain itu pula komoditi yang harganya naik yakni cabai merah dan cabai besar.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana, mengakui harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan menjelang Galungan. Kendati begitu, dia memastikan kenaikannya tidak menimbulkan gejolak di pasaran. 

“Betul ada kenaikan harga, tapi masih batas normal. Itu pun dikarenakan permintaan pasar yang melonjak menjelang Galungan, dibandingkan ketersediaan barang,” ujar Widiana, saat dikonfirmasi Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, secara umum kenaikan harga barang tidak hanya mencapai 10 persen. Bahkan, ada beberapa komoditas yang justru turun. Ia mengakui komoditi yang naik seperti daging ayam dari Rp 28.000 naik menjadi Rp 35.000 per kilogram, termasuk juga daging babi dari Rp 50.000 per kilogram jadi Rp 70.000 per kilogram. Selain itu pula untuk harga Cabe Besar dari Rp 22.000 per kilogram naik menjadi menjadi Rp 24.000 per kilogram. Begitu juga Cabai Merah dari Rp 20.000 per kilogram naik menjadi Rp 22.000 per kilogram.

“Ini murni karena lonjakan permintaan. Namun ada juga yang mengalami penurunan seperti bawang putih dari Rp 24.000 per kilogram, menjadi Rp 23.000 per kilogram. Daging sapi juga turun dari Rp 125.000 per kilogram rata-rata kini Rp 110.000 per kilogram hingga 120.000 per kilogram,” katanya

Kendati demikian, Widiana mengakui pihaknya tidak melaksanakan sidak harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan. Hal ini lantaran adanya pandemi covid-19 yang melanda kabupaten Badung.

“Kami tidak menurunkan tim untuk memantau harga, karena pandemi Covid-19 ini. Namun, kami telah bekerjasama dengan pihak pengelola pasar agar tiap hari melaporkan pergerakkan harga barang,” jelasnya.

Disinggung bagaimana mengantisipasi adanya penimbunan barang kebutuhan pokok, Widiana mengakui hingga kini belum menemukan adanya indikasi penimbunan yang mengakibatkan lonjakan harga. “Kami belum menemukan adanya indikasi penimbunan, jika ada tentunya akan kami prosuai aturan,” tegasnya.

Sebelum kepala Dinas Pertanian dan Pangan, I Wayan Wijana menegaskan untuk stok babi dalam memenuhi kebutuhan saat hari Raya Galungan masih aman. Berdasarkan data saat ini ada sekitar 4.500 ekor babi yang siap potong tersebar di masing-masing kecamatan.

"Berdasarkan hasil monitoring di lapangan langsung ke peternak dan koordinasi dengan GUPBI, memang pasca wabah ASF, populasi babi turun drastis, namun untuk stok Hari Raya Galungan  masih cukup tersedia," terangnya.

Disebutkan, berkaca pada kebutuhan daging babi pada perayaan sebelumnya sebanyak 1.758 ekor. “Sesuai catatan data jumlah babi yang dipotong Hari Raya Galungan sebelumnya sebanyak 1.758 ekor, jadi stok babi di masyarakat masih cukup aman,” pungkasnya.(*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved