Breaking News:

Undiksha Bersama Komunitas Biopori Warrior Lakukan Pelatihan Pemilahan Sampah Organik

Undiksha Bersama Komunitas Biopori Warrior Lakukan Pelatihan Pemilahan Sampah Organik

ist
Undiksha Bersama Komunitas Biopori Warrior Lakukan Pelatihan Pemilahan Sampah Organik 

TRIBUN-BALI.COM- Program pengabdian pada masyarakat (P2M) dengan tema pemberdayaan masyarakat dalam memilah sampah di Desa Sambangan telah dilakukan.

Program P2M tersebut diketuai oleh salah satu staf dosen Universitas Pendidikan Ganesha “Made Vivi Oviantari” bersama Komunitas Biopori Warrior Buleleng dengan melibatkan anak-anak muda, yaitu Seke Truna Truni (STT) Dusun Babakan Desa Sambangan.

Kegiatan P2M tersebut terselenggara karena Desa Sambangan merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai salah satu desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng juga tidak terlepas dari masalah sampah.

Walaupun sudah terdapat kelompok sadar wisata (pokdarwis), pengelolaan sampah yang baik di Desa Sambangan hanya sebatas daerah-daerah tempat wisata. Sementara daerah yang bukan lokasi wisata, khususnya pemukiman, kepedulian masyarakatnya terhadap sampah masih sangat kurang. Hal ini dapat dilihat pada saat musim hujan, daerah hilir Desa Sambangan pasti mengalami banjir.

Banjir merupakan dampak sekunder dari sampah yang dibuang ke saluran air. Oleh karena itu, sebelum musim hujan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Desa Sambangan.

Kepala DLH Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan bahwa desa Sambangan termasuk daerah rawan Banjir.

Sampah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut kurang lebih 8m3 dengan sampah organik dan sampah anorganik masih bersatu (Nurseha, 2019). Kegiatan bersih-bersih ini hanya akan menyelesaikan permasalahan bersifat sementara. Akar dari permasalahan disini adalah pengelolaan sampah yang kurang baik, karena kurangnya kesadaran masyarakat di Desa Sambangan terhadap sampah.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melibatkan masyarakat dalam memilah sampah organic, lalu membuatnya menjadi kompos dengan memanfaatkan biopori sebagai bak komposter. Kegiatan P2M ini dilakukan mulai Hari Minggu, 6 September 2020 dan sampai sekarang proses pemasangan biopori secara bertahap masih terus berlangsung.

Sosialisasi kegiatan ini dilaksanakan di Bale Banjar Babakan Desa Sambangan dan pemasangan biopori dilakukan di rumah rumah penduduk dengan jumlah biopori 30 dengan ukuran dari undiksha 6 dim dan dengan ukuran 4 dim sejumlah 20 sumbangan dari Komunitas Biopori Warrior.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim P2M dari Undiksha, Perwakilan komunitas biopori warrior, Bapak Perbekel Desa Sambangan, dan STT Dusun Babakan Desa Sambangan. Pemasangan 50 biopori di rumah rumah penduduk diharapkan menjadi inisiasi bagi masyarakat sekitarnya untuk mau secara mandiri memasang biopori di rumahnya sehingga masyarakat mau memilah sampah organik dengan memasukkan di biopori.

Biopoori ini selain berfungsi sebagai bak pemilah untuk sampah organik juga sebagai bak komposter selain juga sebagai penyerap air. Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan sampah dan air di Desa Sambangan secara bertahap.

Penulis: Uploader bali
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved